30 Desember 2009

Jenazah GUS DUR disambut pekik takbir dan tahlil










Jombang - Sekitar pukul 11.40 WIB, Kamis (31/12/2009), jenazah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Jenazah disambut pekik takbir dan tahlil dari ribuan santri dan pelayat.

Begitu tiba di lokasi, jenazah Gus Dur langsung dibawa ke Masjid Ulul Albab. Setelah itu, jenazah diturunkan dari Mobil Jenazah dan dimasukkan ke dalam masjid.

Melihat jenazah Gus Dur dibawa ke dalam masjid, para pentakziyah langsung merangsek
masuk. Namun para pentakziah yang berada di luar masjid harus bersabar. Sebab, di dalam masjid sudah banyak orang yang juga akan melakukan salat jenazah.

Dari pantauan detikcom, petakziyah baik wanita dan pria tampak menangis dan sebagian lagi tak mampu menahan air matanya. Bahkan beberapa anggota kepolisian juga terlihat mengusap air matanya saat mendengar suara takbir yang bergemuruh.

Rencananya, salat jenazah ini akan dilakukan secara bergelombang, karena kapasitas masjid tidak mampu menampung ribuan jamaah dari warga nahdliyin. Warga pun terlihat antre melakukan salat jenazah.

Salat jenazah pertama kali dipimpin oleh mantan Ketua PWNU Jatim, Ali Maschan Moesa yang diikuti ribuan jamaah nahdliyin. Dan rencananya salat jenazah ini akan dilakukan beberapa kali, sebelum disalatkan lagi di kompleks pemakaman.

Salat jenazah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dilakukan di Masjid Ulul Albab dilakukan bergelombang sebanyak 2 kali. Selain dipimpin oleh mantan Ketua PWNU Jatim, Ali Maschan Moesa, salat jenazah juga dipimpin oleh salah satu budayawan, KH Mustofa Bisri alias Gus Mus.

Setelah diberi kesempatan melakukan salat jenazah di Masjid Ulul Albab, jenazah Gus Dur kembali diusung dan dimasukkan ke mobil jenazah dan dibawa ke kompleks pemakaman yang jaraknya 200 meter dari Ponpes Tebuireng.

Dari pantauan detiksurabaya.com, pukul 12.10 WIB, Kamis (31/12/2009), ribuan warga nahdliyin tampak berebut membawa peti jenazah ke mobil. Tampak petugas kepolisian kewalahan menghalau warga yang tampak antusias mendekati peti jenazah.

Namun, tanpa sebab peti jenazah dikeluarkan dari mobil dan diusung oleh para santri menuju kompleks Ponpes Tebuireng.

Sumber : http://www.detiknews.com














[+/-] Selengkapnya...

Jelang Pemakaman Gus Dur






Ribuan Warga dan Rohaniwan Lintas Agama Padati Ponpes Tebuireng


Jombang - Ribuan warga Nahdliyin memadati kompleks Ponpes Tebuireng, Jombang untuk menyambut jenazah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Salah satu tempat yang dipadati warga adalah Masjid Ulul Albab, tempat jenazah Gus Dur akan disalatkan.
Selain di masjid, warga juga memadati pinggir-pinggir jalan menuju ponpes. Sebagian warga yang berada di dalam masjid mengaji dan membacakan tahlil sambil menunggu kehadiran jenazah.

Selain warga nahdliyin, para pemuka agama lintas agama juga hadir di kompleks Ponpes. Mereka duduk di tenda tamu pelayat. Di antara mereka, tampak para biksu yang mengenakan pakaian warna kuning dan merah hati.

Karpet merah juga telah digelar di area pemakaman yang terletak di ponpes ini. Di karpet merah ini nantinya akan digelar proses upacara pemakaman Gus Dur. Gus Dur akan dimakamkan di dekat makam kakeknya yang juga pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari dan di samping makam ayahnya, KH Wahid Hasyim.

Penjagaan di kompleks Ponpes Tebuireng tampak ketat. Sedangkan cuaca di lokasi sangat terik. Namun demikian, warga termasuk ibu-ibu yang membawa anak-anak kecil tetap setia menanti jenazah Gus Dur.

Hingga pukul 11.33 WIB, jenazah Gus Dur belum tiba di Ponpes Tebuireng. Namun, informasi yang diperoleh wartawan, iring-iringan jenazah Gus Dur sudah tiba di Kota Jombang.

Sumber: http://www.detiknews.com

[+/-] Selengkapnya...

28 Desember 2009

PELITA HATI

Solidaritas Sosial


TANGGAPAN masyarakat terhadap putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang menjatuhkan hukuman denda terhadap Prita dalam kasus dengan RS Omni Internasional sebesar Rp204 juta, sungguh dahsyat.
Seseorang melemparkan gagasan kepada masyarakat untuk bersedia mengumpulkan mata uang logam guna membantu Prita membayar denda itu. Masyarakat luas menanggapinya dengan positif dan cepat. Di banyak tempat didirikan Posko sebagai tempat bagi masyarakat untuk menyerahkan koin itu.
Dalam waktu cepat, banyak sekali warga masyarakat, baik sendiri-sendiri maupun melalui kelompok atau organisasi menyerahkan banyak sekali koin di Posko-posko itu. Televisi menampilkan tayangan tentang remaja dan orangtua memilah, mengantongi, dan menghitung koin itu.
Jumlah koin yang terkumpul banyak sekali, perlu beberapa truk untuk membawanya ke Bank Indonesia. Mesin penghitung koin di BI perlu waktu tiga hari untuk menghitungnya. Koin yang terkumpul itu bernilai sekitar Rp800 juta.
Solidaritas sosial yang sama juga ditunjukkan terhadap Bibit-Chandra yang berbentuk dukungan melalui FB oleh lebih dari 1 juta orang, yang terkumpul dalam waktu relatif singkat. Dua contoh itu menunjukkan adanya solidaritas sosial yang amat dahsyat.
Saya menerima email dari kawan yang terlibat dalam upaya membela korban Lapindo, mengapa solidaritas sosial yang dahsyat tidak diterima oleh para korban Lapindo yang menderita akibat bencana itu. Memang ada solidaritas sosial dari masyarakat saat peristiwa itu baru terjadi, tetapi tidak berlanjut dan kini mereka terabaikan.
Mengapa terjadi perbedaan sikap masyarakat terhadap korban Lapindo dan terhadap Prita serta Bibit-Chandra? Pertama, rasa keadilan masyarakat terusik karena masyarakat menangkap ada niat tidak baik dari RS dan dokter yang terkait. Walaupun PN menyatakan bahwa Prita melanggar hukum, masyarakat tidak percaya. Banyak warga masyarakat yang pernah merasakan perlakuan yang sama dan merasa bahwa Prita sama dengan dirinya.
Sedang peristiwa Lapindo sama sekali berbeda, tidak banyak yang merasakan peristiwa seperti itu. Karena itu tidak banyak yang mengasosiasikan dirinya dengan korban Lapindo. Wajar kalau tidak ada gerakan solidaritas yang massiv terhadap para korban Lapindo.
Menurut masyarakat, korban Lapindo adalah korban dari bencana alam. Hal itu adalah hasil upaya dari PR pihak Lapindo yang berkampanye bahwa peristiwa itu adalah bencana alam, walaupun sejumlah pakar pengeboran dunia menyatakan bahwa peristiwa Lapindo adalah kesalahan manusia.
Bagaimana kita menerangkan apa sebab tidak terlihat solidaritas sosial yang menonjol dan berbentuk gerakan masyarakat saat ada peristiwa busung lapar atau ada pelajar bunuh diri karena tidak bisa membayar SPP? Mungkin karena terlalu banyak terjadi kasus seperti itu dan menjadi tidak seksi lagi di mata masyarakat.
Dua gerakan solidaritas sosial di atas adalah modal sosial berharga dan perlu dimanfaatkan untuk menumbuhkan adanya gerakan solidaritas massiv yang melibatkan masyarakat luas untuk bisa membantu begitu banyak warga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Jadi gerakan solidaritas sosial itu adalah jembatan antara pihak yang mau dan mampu membantu dengan pihak yang membutuhkan bantuan.
Semoga ada pihak yang bisa memulai gerakan sosial seperti itu.(Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng)
Sumber:http://www.pelita.or.id/baca.php?id=85854

[+/-] Selengkapnya...

Ujian Nasional Masih Diperlukan

Pengamat Pendidikan:
Ujian Nasional Masih Diperlukan

Pontianak,MAS Aw News
Pengamat Pendidikan dari Universitas Tanjungpura Pontianak Dr Aswandi menyatakan, Ujian Nasional (UN) masih diperlukan untuk menjadi acuan mengukur hasil yang didapat oleh murid selama mengikuti pendidikan.
Meskipun pelaksanaan UN yang selama ini dilaksanakan masih banyak kelemahan, tetapi bukan berarti UN harus dihilangkan, kata Aswandi di Pontianak, Senin (28/12).
Ia mengatakan, masih terjadi pro dan kontra terhadap pelaksanaan, karena peraturan tentang UN masih lemah. Selagi aturannya tidak diubah maka pelaksanaan UN pasti akan mengalami pro dan kontra, kata Aswandi.
Menurut Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu pelaksanaan UN tidak humanistik atau manusiawi. Kok bisa orang dinilai tidak berdasarkan kemampuannya dan hanya dilihat dari hasil pada saat pelaksanaan ujian, katanya.
Dalam UU jelas diatur untuk mengetahui mutu pendidikan harus ada standar. Sudah jelas harus ada ujian untuk mengetahui standar pendidikan di Indonesia. Untuk mengetahui standar, maka dilakukanlah ujian, kata Aswandi.
Ia mencontohkan, ada yang sampai bunuh diri ketika tidak lulus UN. Sebenarnya korban itu telah mengalami stres akibat dibebankan ketika menghadapi UN, tetapi tidak diimbangi dengan persiapan belajar menghadapi UN, ujarnya.
Aswandi menambahkan, hingga saat ini peta pendidikan Indonesia juga masih belum baik sehingga sulit untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hingga kini paling peta pendidikan nasional baru mencakup sekitar 40 persen sehingga diperkirakan di daerah-daerah terpencil belum termasuk dalam peta itu, katanya.
Mahkamah Agung (MA) pada 26 Nopember 2009 telah menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional.
Dalam laman MA disebutkan pemohon dalam perkara tersebut yakni pihak negara RI cq Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Negara RI cq Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla, dengan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.
Dalam kasasi itu, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Soehendro melawan Kristiono dan kawan-kawan (selaku para termohon Kasasi dahulu para penggugat/para terbanding).
Dalam putusan itu, dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan adalah cacat hukum, dan selanjutnya UN dilarang untuk diselenggarakan. Adanya putusan tersebut, sekaligus menguatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, namun pemerintah tetap menyelenggarakan UN untuk 2008 dan 2009.
Pemerintah dianggap telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru baik sarana maupun prasarana, hingga pemerintah diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaraan UN.
Sumber:http://www.pelita.or.id/baca.php?id=85857

[+/-] Selengkapnya...

26 Desember 2009

Selayang Pandang: Sumatera Utara

Propinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, yang pada tahun 2004 memiliki 18 Kabupaten dan 7 kota, dan terdiri dari 328 kecamatan, secara keseluruhan Provinsi Sumatera Utara mempunyai 5.086 desa dan 382 kelurahan.

Luas daratan Propinsi Sumatera Utara 71.680 km 2 , Sumatera Utara tersohor karena luas perkebunannya, hingga kini, perkebunan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara. Sumatera Utara menghasilkan karet, coklat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkeh, kelapa, kayu manis, dan tembakau. Perkebunan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, dan Tapanuli Selatan. Komoditas tersebut telah diekspor ke berbagai negara dan memberikan sumbangan devisa yang sangat besar bagi Indonesia.Selain komoditas perkebunan, Sumatera Utara juga dikenal sebagai penghasil komoditas holtikultura (sayur-mayur dan buah-buahan); misalnya Jeruk Medan, Jambu Deli, Sayur Kol, Tomat, Kentang, dan Wortel yang dihasilkan oleh Kabupaten Karo, Simalungun dan Tapanuli Utara. Produk holtikultura tersebut telah diekspor ke Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sumatera Utara juga sudah membangun berbagai prasarana dan infrastruktur untuk memperlancar perdagangan baik antar kabupaten di Sumatera Utara maupun antara Sumatera Utara dengan provinsi lainnya. Sektor swasta juga terlibat dengan mendirikan berbagai properti untuk perdagangan, perkantoran, hotel dan lain-lain. Tentu saja sektor lain, seperti koperasi, pertambangan dan energi, industri, pariwisata, pos dan telekomunikasi, transmigrasi, dan sektor sosial kemasyarakatan juga ikut dikembangkan. Untuk memudahkan koordinasi pembangunan, maka Sumatera Utara dibagi kedalam empat wilayah Pembangunan.

Sumatera Utara merupakan propinsi yang keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurut hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990 penduduk Sumatera Utara pada tanggal 31 Oktober 1990 (hari sensus) berjumlah 10,81 juta jiwa, dan pada tahun 2002, jumlah penduduk Sumatera Utara diperkirakan sebesar 11,85 juta jiwa. Kepadatan penduduk Sumatera Utara tahun 1990 adalah 143 jiwa per km 2 dan tahun 2002 meningkat menjadi 165 jiwa per km 2 , sedangkan laju pertumbuhan penduduk Sumatera Utara selama kurun waktu tahun 1990-2000 adalah 1,20 persen per tahun.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara setiap tahunnya tampak berfluktuasi. Pada tahun 2000. TPAK di daerah ini sebesar 57,34 persen, tahun 2001 naik menjadi 57,70 persen, tahun 2002 naik lagi menjadi 69,45 persen.
SUMBER:http://www.sumutprov.go.id


[+/-] Selengkapnya...

25 Desember 2009

Manado tuan rumah muktamar XX Al-Washliyah

MEDAN - Kota Manado, Sulawesi Utara dipercaya sebagai tuan rumah Muktamar XX Al Jam'iyatul Washliyah yang akan berlangsung 26-28 Februari 2010.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Washliyah, Aziddin, di Medan, tadi pagi, mengatakan, penunjukan Manado sebagai tuan rumah dengan beberapa pertimbangan.




"Pertimbangan utama adalah demi pengembangan Al-Washliyah di bagian timur Indonesia, karena selama ini terkesan lebih terpusat di bagian barat," katanya.

Apalagi dewasa ini masyarakat Manado terkenal dengan tingkat solidaritas beragamanya yang cukup tinggi, saling hormat-menghormati antarsesama pemeluk agama dan layak menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

"Keputusan Manado sebagai tuan rumah muktamar juga berdasarkan rapat pengurus PB Al Washliyah 19 Oktober dan 2 Nopember 2009," katanya.

Selain memilih personalia pengusus besar Al Washliyah periode berikutnya, muktamar juga akan memilih Ketua dan Wakil Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah.

Menurutnya, ada beberapa agenda yang akan menjadi pembahasan penting bagi peserta muktamar, yakni masalah pendidikan, dakwah, amal sosial dan pengembangan ekonomi umat.

"Sebagai organisasi Islam terbesar ketiga setelah Muhammadiyah dan NU, keempat agenda tersebut menjadi sangat krusial bagi kita. Apalagi kita tahu 30-40 persen masyarakat kita masih hidup di bawah standar kemiskinan," katanya.

Mengenai kriteria calon ketua PB Al Wasliyah kedepan, katanya, semua itu tergantung hasil muktamar.

Menurutnya, ke depan Al Washliyah harus dipimpin figur yang memiliki sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu tabligh (menyampaikan), siddiq (jujur dan adil), amanah (dapat dipercaya) dan fathonah (cerdas).
(dat07/ann)Sumber:http://waspada.co.id/index.php?option

[+/-] Selengkapnya...

23 Desember 2009

Mengenal Imam Syafi'i (Bapak Yurisprudensi Islam)

Nama Dan Nasabnya

Beliau adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubaid bin ‘Abdu Yazid bin Hasyim bin Murrah bin al-Muththalib bin ‘Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu`ay bin Ghalib Abu ‘Abdillah al-Qurasyi asy-Syafi’i al-Makki, keluarga dekat Rasulullah SAW dan putera pamannya.

Al-Muththalib adalah saudara Hasyim yang merupakan ayah dari ‘Abdul Muththalib, kakek Rasulullah SAW. Jadi, Imam asy-Syafi’i berkumpul (bertemu nasabnya) dengan Rasulullah pada ‘Abdi Manaf bin Qushay, kakek Rasulullah yang ketiga

Sebutan “asy-Syafi’i” dinisbatkan kepada kakeknya yang bernama Syafi’ bin as-Saib, seorang shahabat junior yang sempat bertemu dengan Raasulullah SAW ketika masih muda. Sedangkan as-Saib adalah seorang yang mirip dengan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan bahwa ketika suatu hari Nabi SAW berada di sebuah tempat yang bernama Fushthath, datanglah as-Saib bin ‘’Ubaid beserta puteranya, yaitu Syafi’ bin as-Saib, maka Rasulullah SAW memandangnya dan berkata, “Adalah suatu kebahagiaan bila seseorang mirip dengan ayahnya.”

Sementara ibunya berasal dari suku Azd, Yaman.

Gelarnya

Ia digelari sebagai Naashir al-Hadits (pembela hadits) atau Nasshir as-Sunnah, gelar ini diberikan karena pembelaannya terhadap hadits Rasulullah SAW dan komitmennya untuk mengikuti as-Sunnah.

Kelahiran Dan Pertumbuhannya

Para sejarawan sepakat, ia lahir pada tahun 150 H, yang merupakan -menurut pendapat yang kuat- tahun wafatnya Imam Abu Hanifah RAH tetapi mengenai tanggalnya, para ulama tidak ada yang memastikannya.

Tempat Kelahirannya

Ada banyak riwayat tentang tempat kelahiran Imam asy-Syafi’i. Yang paling populer adalah bahwa beliau dilahirkan di kota Ghazzah (Ghaza). Pendapat lain mengatakan, di kota ‘Asqalan bahkan ada yang mengatakan di Yaman.

Imam al-Baihaqi mengkonfirmasikan semua riwayat-riwayat tersebut dengan mengatakan bahwa yang shahih beliau dilahirkan di Ghaza bukan di Yaman. Sedangkan penyebutan ‘Yaman’ barangkali maksudnya adalah tempat yang dihuni oleh sebagian keturunan Yaman di kota Ghaza. Beliau kemudian lebih mendetail lagi dengan mengatakan, “Seluruh riwayat menunjukkan bahwa Imam asy-Syafi’i dilahirkan di kota Ghaza, lalu dibawa ke ‘Asqalan, lalu dibawa ke Mekkah.”

Ibn Hajar mengkonfirmasikan secara lebih spesifik lagi dengan mengatakan tidak ada pertentangan antar riwayat-riwayat tersebut (yang mengatakan Ghaza atau ‘Asqalan), karena ketika asy-Syafi’i mengatakan ia lahir di ‘Asqalan, maka maksudnya adalah kotanya sedangkan Ghaza adalah kampungnya. Ketika memasuki usia 2 tahun, ibunya membawanya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang terdiri dari orang-orang Yaman, karena ibunya berasal dari suku Azd. Ketika berumur 10 tahun, ia dibawa ibunya ke Mekkah karena ibunya khawatir nasabnya yang mulia itu lenyap dan terlupakan.

Pertumbuhan Dan Kegiatannya Dalam Mencari Ilmu

Imam asy-Syafi’i tumbuh di kota Ghaza sebagai seorang yatim, di samping itu juga hidup dalam kesulitan dan kefakiran serta terasing dari keluarga. Kondisi ini tidak menyurutkan tekadnya untuk hidup lebih baik. Rupanya atas taufiq Allah, ibunya membawanyanya ke tanah Hijaz, Mekkah. Maka dari situ, mulailah imam asy-Syafi’i kecil menghafal al-Qur’an dan berhasil menamatkannya dalam usia 7 tahun.

Menurut pengakuan asy-Syafi’i, bahwa ketika masa belajar dan mencari guru untuknya, ibunya tidak mampu membayar gaji gurunya, namun gurunya rela dan senang karena dia bisa menggantikannya pula. Lalu ia banyak menghadiri pengajian dan bertemu dengan para ulama untuk mempelajari beberapa masalah agama. Ia menulis semua apa yang didengarnya ke tulang-tulang yang bila sudah penuh dan banyak, maka ia masukkan ke dalam karung.

Ia juga bercerita bahwa ketika tiba di Mekkah dan saat itu masih berusia sekitar 10 tahun, salah seorang sanak saudaranya menasehati agar ia bersungguh-sungguh untuk hal yang bermanfa’at baginya. Lalu ia pun merasakan lezatnya menuntut ilmu dan karena kondisi ekonominya yang memprihatinkan, untuk menuntut ilmu ia harus pergi ke perpustakaan dan menggunakan bagian luar dari kulit yang dijumpainya untuk mencatat.

Hasilnya, dalam usia 7 tahun ia sudah hafal al-Qur’an 30 juz, pada usia 10 tahun (menurut riwayat lain, 13 tahun) ia hafal kitab al-Muwaththa` karya Imam Malik dan pada usia 15 tahun (menurut riwayat lain, 18 tahun) ia sudah dipercayakan untuk berfatwa oleh gurunya Muslim bin Khalid az-Zanji.

Semula beliau begitu gandrung dengan sya’ir dan bahasa di mana ia hafal sya’ir-sya’ir suku Hudzail. Bahkan, ia sempat berinteraksi dengan mereka selama 10 atau 20 tahun. Ia belajar ilmu bahasa dan balaghah. Dalam ilmu hadits, ia belajar dengan imam Malik dengan membaca langsung kitab al-Muwaththa` dari hafalannya sehingga membuat sang imam terkagum-kagum. Di samping itu, ia juga belajar berbagai disiplin ilmu sehingga gurunya banyak.

Pengembaraannya Dalam Menuntut Ilmu

Imam asy-Syafi’i amat senang dengan syair dan ilmu bahasa, terlebih lagi ketika ia mengambilnya dari suku Hudzail yang dikenal sebagai suku Arab paling fasih. Banyak bait-bait syair yang dihafalnya dari orang-orang Hudzail selama interaksinya bersama mereka. Di samping syair, beliau juga menggemari sejarah dan peperangan bangsa Arab serta sastra.

Kapasitas keilmuannya dalam bahasa ‘Arab tidak dapat diragukan lagi, bahkan seorang imam bahasa ‘Arab, al-Ashmu’i mengakui kapasitasnya dan mentashhih sya’ir-sya’ir Hudzail kepadanya.

Di samping itu, imam asy-Syafi’i juga seorang yang bacaan al-Qur’annya amat merdu sehingga membuat orang yang mendengarnya menangis bahkan pingsan. Hal ini diceritakan oleh Ibn Nashr yang berkata, “Bila kami ingin menangis, masing-masing kami berkata kepada yang lainnya, ‘bangkitlah menuju pemuda al-Muththaliby yang sedang membaca al-Qur’an,” dan bila kami sudah mendatanginya sedang shalat di al-Haram seraya memulai bacaan al-Qur’an, orang-orang merintih dan menangis tersedu-sedu saking merdu suaranya. Bila melihat kondisi orang-orang seperti itu, ia berhenti membacanya.

Di Mekkah, setelah dinasehati agar memperdalam fiqih, ia berguru kepada Muslim bin Khalid az-Zanji, seorang mufti Mekkah. Setelah itu, ia dibawa ibunya ke Madinah untuk menimba ilmu dari Imam Malik. Di sana, beliau berguru dengan Imam Malik selama 16 tahun hingga sang guru ini wafat (tahun 179 H). Pada saat yang sama, ia belajar pada Ibrahim bin Sa’d al-Anshary, Muhammad bin Sa’id bin Fudaik dan ulama-ulama selain mereka.

Sepeninggal Imam Malik, asy-Syafi’i merantau ke wilayah Najran sebagai Wali (penguasa) di sana. Namun betapa pun keadilan yang ditampakkannya, ada saja sebagian orang yang iri dan menjelek-jelekkannya serta mengadukannya kepada khalifah Harun ar-Rasyid. Lalu ia pun dipanggil ke Dar al-Khilafah pada tahun 184 H. Akan tetapi beliau berhasil membela dirinya di hadapan khalifah dengan hujjah yang amat meyakinkan sehingga tampaklah bagi khalifah bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak beralasan dan ia tidak bersalah, lalu khalifah menjatuhkan vonis ‘bebas’ atasnya. (kisah ini dimuat pada rubrik ‘kisah-kisah islami-red.,).

Beliau kemudian merantau ke Baghdad dan di sana bertemu dengan Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany, murid Imam Abu Hanifah. Beliau membaca kitab-kitabnya dan mengenal ilmu Ahli Ra`yi (kaum Rasional), kemudian kembali lagi ke Mekkah dan tinggal di sana selama kurang lebih 9 tahun untuk menyebarkan madzhabnya melalui halaqah-halaqah ilmu yang disesaki para penuntut ilmu di Haram, Mekkah, demikian juga melalui pertemuannya dengan para ulama saat berlangsung musim haji. Pada masa ini, Imam Ahmad belajar dengannya.

Kemudian beliau kembali lagi ke Baghdad tahun 195 H. Kebetulan di sana sudah ada majlisnya yang dihadiri oleh para ulama dan disesaki para penuntut ilmu yang datang dari berbagai penjuru. Beliau tinggal di sana selama 2 tahun yang dipergunakannya untuk mengarang kitab ar-Risalah. Dalam buku ini, beliau memaparkan madzhab lamanya (Qaul Qadim). Dalam masa ini, ada empat orang sahabat seniornya yang ‘nyantri’ dengannya, yaitu Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, az-Za’farany dan al-Karaabiisy.

Kemudian beliau kembali ke Mekkah dan tinggal di sana dalam waktu yang relatif singkat, setelah itu meninggalkannya menuju Baghdad lagi, tepatnya pada tahun 198 H. Di Baghdad, beliau juga tinggal sebentar untuk kemudian meninggalkannya menuju Mesir.

Beliau tiba di Mesir pada tahun 199 H dan rupanya kesohorannya sudah mendahuluinya tiba di sana. Dalam perjalanannya ini, beliau didampingi beberapa orang muridnya, di antaranya ar-Rabi’ bin Sulaiman al-Murady dan ‘Abdullah bin az-Zubair al-Humaidy. Beliau singgah dulu di Fushthath sebagai tamu ‘Abdullah bin ‘Abdul Hakam yang merupakan sahabat Imam Malik. Kemudian beliau mulai mengisi pengajiannya di Jami’ ‘Amr bin al-‘Ash. Ternyata, kebanyakan dari pengikut dua imam sebelumnya, yaitu pengikut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik lebih condong kepadanya dan terkesima dengan kefasihan dan ilmunya.

Di Mesir, beliau tinggal selama 5 tahun di mana selama masa ini dipergunakannya untuk mengarang, mengajar, berdebat (Munazharah) dan meng-counter pendapat-pendapat lawan. Di negeri inilah, beliau meletakkan madzhab barunya (Qaul Jadid), yaitu berupa hukum-hukum dan fatwa-fatwa yang beliau gali dalilnya selama di Mesir, sebagiannya berbeda dengan pendapat fiqih yang telah diletakkannya di Iraq. Di Mesir pula, beliau mengarang buku-buku monumentalnya, yang diriwayatkan oleh para muridnya.

Kemunculan Sosok Dan Manhaj (Metode) Fiqihnya

Mengenai hal ini, Ahmad Tamam di dalam bukunya asy-Syaafi’iy: Malaamih Wa Aatsaar menyebutkan bagaimana kemunculan sosok asy-Syafi’i dan manhaj fiqihnya. Sebuah manhaj yang merupakan paduan antara fiqih Ahli Hijaz dan fiqih Ahli Iraq, manhaj yang dimatangkan oleh akal yang menyala, kemumpunian dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, kejelian dalam linguistik Arab dan sastra-sastranya, kepakaran dalam mengetahui kondisi manusia dan permasalahan-permasalahan mereka serta kekuatan pendapat dan qiyasnya.

Bila kembali ke abad 2 M, kita mendapati bahwa pada abad ini telah muncul dua ‘’perguruan’ (Madrasah) utama di dalam fiqih Islam; yaitu perguruan rasional (Madrasah Ahli Ra`yi) dan perguruan hadits (Madrasah Ahli Hadits). Perguruan pertama eksis di Iraq dan merupakan kepanjangan tangan dari fiqih ‘Abdullah bin Mas’ud yang dulu tinggal di sana. Lalu ilmunya dilanjutkan oleh para sahabatnya dan mereka kemudian menyebarkannya. Dalam hal ini, Ibn Mas’ud banyak terpengaruh oleh manhaj ‘Umar bin al-Khaththab di dalam berpegang kepada akal (pendapat) dan menggali illat-illat hukum manakala tidak terdapat nash baik dari Kitabullah mau pun dari Sunnah Rasulullah SAW. Di antara murid Ibn Mas’ud yang paling terkenal adalah ‘Alqamah bin Qais an-Nakha’iy, al-Aswad bin Yazid an-Nakha’iy, Masruq bin al-Ajda’ al-Hamadaany dan Syuraih al-Qadly. Mereka itulah para ahli fiqih terdepan pada abad I H. Setelah mereka, perguruan Ahli Ra`yi dipimpin oleh Ibrahim bin Yazid an-Nakha’iy, ahli fiqih Iraq tanpa tanding. Di tangannya muncul beberapa orang murid, di antaranya Hammad bin Sulaiman yang menggantikan pengajiannya sepeninggalnya. Hammad adalah seorang Imam Mujtahid dan memiliki pengajian yang begitu besar di Kufah. Pengajiannya ini didatangi banyak penuntut ilmu, di antaranya Abu Hanifah an-Nu’man yang pada masanya mengungguli semua rekan sepengajiannya dan kepadanya berakhir tampuk kepemimpinan fiqih. Ia lah yang menggantikan syaikhnya setelah wafatnya dan mengisi pengajian yang diselenggarakan perguruan Ahli Ra`yi. Pada masanya, banyak sekali para penuntut ilmu belajar fiqih dengannya, termasuk di antaranya murid-muridnya yang setia, yaitu Qadi Abu Yusuf, Muhammad bin al-Hasan, Zufar, al-Hasan bin Ziyad dan ulama-ulama selain mereka. Di tangan-tangan mereka itulah akhirnya metode perguruan Ahli Ra`yi mengkristal, semakin eksis dan jelas manhajnya.

Sedangkan perguruan Ahli Hadits berkembang di semenanjung Hijaz dan merupakan kepanjangan tangan dari perguruan ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Aisyah dan para ahli fiqih dari kalangan shahabat lainnya yang berdiam di Mekkah dan Madinah. Penganut perguruan ini banyak melahirkan para imam seperti Sa’id bin al-Musayyab, ‘Urwah bin az-Zubair, al-Qasim bin Muhammad, Ibn Syihab az-Zuhry, al-Laits bin Sa’d dan Malik bin Anas. Perguruan ini unggul dalam hal keberpegangannya sebatas nash-nash Kitabullah dan as-Sunnah, bila tidak mendapatkannya, maka dengan atsar-atsar para shahabat. Di samping itu, timbulnya perkara-perkara baru yang relatif sedikit di Hijaz, tidak sampai memaksa mereka untuk melakukan penggalian hukum (istinbath) secara lebih luas, berbeda halnya dengan kondisi di Iraq.

Saat imam asy-Syafi’I muncul, antara kedua perguruan ini terjadi perdebatan yang sengit, maka ia kemudian mengambil sikap menengah (baca: moderat). Beliau berhasil melerai perdebatan fiqih yang terjadi antara kedua perguruan tersebut berkat kemampuannya di dalam menggabungkan antara kedua manhaj perguruan tersebut mengingat ia sempat berguru kepada tokoh utama dari keduanya; dari perguruan Ahli Hadits, ia berguru dengan pendirinya, Imam Malik dan dari perguruan Ahli Ra`yi, ia berguru dengan orang nomor dua yang tidak lain adalah sahabat dan murid Imam Abu Hanifah, yaitu Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany.

Imam asy-Syafi’i menyusun Ushul (pokok-pokok utama) yang dijadikan acuan di dalam fiqihnya dan kaidah-kaidah yang dikomitmeninya di dalam ijtihadnya pada risalah ushul fiqih yang berjudul ar-Risalah. Ushul tersebut ia terapkan dalam fiqihnya. Ia merupakan Ushul amaliah bukan teoritis. Yang lebih jelas lagi dapat dibaca pada kitabnya al-Umm di mana beliau menyebutkan hukum berikut dalil-dalilnya, kemudian menjelaskan aspek pendalilan dengan dalil, kaidah-kaidah ijtihad dan pokok-pokok penggalian dalil yang dipakai di dalam menggalinya. Pertama, ia merujuk kepada al-Qur’an dan hal-hal yang nampak baginya dari itu kecuali bila ada dalil lain yang mengharuskan pengalihannya dari makna zhahirnya, kemudian setelah itu, ia merujuk kepada as-Sunnah bahkan sampai pada penerimaan khabar Ahad yang diriwayatkan oleh periwayat tunggal namun ia seorang yang Tsiqah (dapat dipercaya) pada diennya, dikenal sebagai orang yang jujur dan tersohor dengan kuat hafalan. Asy-Syafi’i menilai bahwa as-Sunnah dan al-Qur’an setaraf sehingga tidak mungkin melihat hanya pada al-Qur’an saja tanpa melihat lagi pada as-Sunnah yang menjelaskannya. Al-Qur’an membawa hukum-hukum yang bersifat umum dan kaidah Kulliyyah (bersifat menyeluruh) sedangkan as-Sunnah lah yang menafsirkan hal itu. as-Sunnah pula lah yang mengkhususkan makna umum pada al-Qur’an, mengikat makna Muthlaq-nya atau menjelaskan makna globalnya.

Untuk berhujjah dengan as-Sunnah, asy-Syafi’i hanya mensyaratkan bersambungnya sanad dan keshahihannya. Bila sudah seperti itu maka ia shahih menurutnya dan menjadi hujjahnya. Ia tidak mensyaratkan harus tidak bertentangan dengan amalan Ahli Madinah untuk menerima suatu hadits sebagaimana yang disyaratkan gurunya, Imam Malik, atau hadits tersebut harus masyhur dan periwayatnya tidak melakukan hal yang bertolak belakang dengannya.

Selama masa hidupnya, Imam asy-Syafi’i berada di garda terdepan dalam membela as-Sunnah, menegakkan dalil atas keshahihan berhujjah dengan hadits Ahad. Pembelaannya inilah yang merupakan faktor semakin melejitnya popularitas dan kedudukannya di sisi Ahli Hadits sehingga mereka menjulukinya sebagai Naashir as-Sunnah (Pembela as-Sunnah).

Barangkali faktor utama kenapa asy-Syafi’i lebih banyak berpegang kepada hadits ketimbang Imam Abu Hanifah bahkan menerima hadits Ahad bilamana syarat-syaratnya terpenuhi adalah karena ia hafal hadits dan amat memahami ‘illat-‘illat-nya di mana ia tidak menerima darinya kecuali yang memang valid menurutnya. Bisa jadi hadits-hadits yang menurutnya shahih, menurut Abu Hanifah dan para sahabatnya tidak demikian.

Setelah merujuk al-Qur’an dan as-Sunnah, asy-Syafi’i menjadikan ijma’ sebagai dalil berikutnya bila menurutnya tidak ada yang bertentangan dengannya, kemudian baru Qiyas tetapi dengan syarat terdapat asalnya dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Penggunaannya terhadap Qiyas tidak seluas yang dilakukan Imam Abu Hanifah.

Aqidahnya

Di sini dikatakan bahwa ia seorang Salafy di mana ‘aqidahnya sama dengan ‘aqidah para ulama Salaf; menetapkan apa yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya dan menafikan apa yang dinafikan Allah dan Rasul-Nya tanpa melakukan Tahrif (perubahan), Ta`wil (penafsiran yang menyimpang), Takyif (Pengadaptasian alias mempertanyakan; bagaimana), Tamtsil (Penyerupaan) dan Ta’thil (Pembatalan alias pendisfungsian asma dan sifat Allah).

Beliau, misalnya, mengimani bahwa Allah memiliki Asma` dan Sifat sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam kitab-Nya dan Rasulullah dalam haditsnya, bahwa siapa pun makhluk Allah yang sudah ditegakkan hujjah atasnya, al-Qur’an sudah turun mengenainya dan menurutnya hadits Rasulullah sudah shahih karena diriwayatkan oleh periwayat yang adil; maka tidak ada alasan baginya untuk menentangnya dan siapa yang menentang hal itu setelah hujjah sudah benar-benar valid atasnya, maka ia kafir kepada Allah. Beliau juga menyatakan bahwa bila sebelum validnya hujjah atas seseorang dari sisi hadits, maka ia dapat ditolerir karena kejahilannya sebab ilmu mengenai hal itu tidak bisa diraba hanya dengan akal, dirayah atau pun pemikiran.

Beliau juga mengimani bahwa Allah Ta’ala Maha Mendengar, memiliki dua tangan, berada di atas ‘arasy-Nya dan sebagainya.

Beliau juga menegaskan bahwa iman adalah ucapan, perbuatan dan keyakinan dengan hati. (untuk lebih jelasnya, silahkan merujuk buku Manaaqib asy-Syafi’i karangan Imam al-Baihaqi; I’tiqaad al-A`immah al-Arba’ah karya Syaikh Dr.Muhammad ‘Abdurrahman al-Khumais [sudah diterjemahkan –kurang lebih judulnya-: ‘Aqidah Empat Imam Madzhab oleh KH.Musthafa Ya’qub])

Sya’ir-Sya’irnya

Imam asy-Syafi’i dikenal sebagai salah seorang dari empat imam madzhab tetapi tidak banyak yang tahu bahwa ia juga seorang penyair. Beliau seorang yang fasih lisannya, amat menyentuh kata-katanya, menjadi hujjah di dalam bahasa ‘Arab. Hal ini dapat dimengerti, karena sejak dini, beliau sudah tinggal dan berinteraksi dengan suku Hudzail yang merupakan suku arab paling fasih kala itu. Beliau mempelajari semua sya’ir-sya’ir mereka, karena itu ia dianggap sebagai salah satu rujukan bagi para ahli bahasa semasanya, di antaranya diakui sendiri oleh seorang tokoh sastra Arab semasanya, al-Ashmu’i sebagaimana telah disinggung sebelumnya.

Imam Ahmad berkata, “asy-Syafi’i adalah orang yang paling fasih.” Imam Malik terkagum-kagum dengan bacaannya karena demikian fasih. Karena itu, pantas bila Imam Ahmad pernah berkata, “Tidak seorang pun yang menyentuh tinta atau pun pena melainkan di pundaknya ada jasa asy-Syafi’i.” Ayyub bin Suwaid berkata, “Ambillah bahasa dari asy-Syafi’i.”

Hampir semua isi sya’ir yang dirangkai Imam asy-Syafi’i bertemakan perenungan. Sedangkan karakteristik khusus sya’irnya adalah sya’ir klasik. Alhasil, ia mirip dengan perumpamaan-perumpamaan atau hikmah-hikmah yang berlaku di tengah manusia.

Di antara contohnya,
- Sya’ir Zuhud

Hendaknya engkau bertakwa kepada Allah jika engkau lalai
Pasti Dia membawa rizki tanpa engkau sadari
Bagaimana engkau takut miskin padahal Allah Sang Pemberi rizki
Dia telah memberi rizki burung dan ikan hiu di laut
Siapa yang mengira rizki hanya didapat dengan kekuatan
Semestinya burung pipit tidak dapat makan karena takut pada elang
Turun dari dunia (mati), tidak engkau tahu kapan
Bila sudah malam, apakah engkau akan hidup hingga fajar?
Berapa banyak orang yang segar-bugar mati tanpa sakit
Dan berapa banyak orang yang sakit hidup sekian tahunan?

- Sya’ir Akhaq

Kala mema’afkan, aku tidak iri pada siapa pun
Aku tenangkan jiwaku dari keinginan bermusuhan
Sesungguhnya aku ucapkan selamat pada musuhku saat melihatnya
Agar dapat menangkal kejahatannya dengan ucapan-ucapan selamat tersebut
Manusia yang paling nampak bagi seseorang adalah yang paling dibencinya
Sebagaimana rasa cinta telah menyumbat hatiku
Manusia itu penyakit dan penyakit manusia adalah kedekatan dengan mereka
Namun mengasingkan mereka adalah pula memutus kasih sayang

Tawadlu’, Wara’ Dan ‘ibadahnya

Imam asy-Syafi’i terkenal dengan ketawadlu’an (kerendahan diri)-nya dan ketundukannya pada kebenaran. Hal ini dibuktikan dengan pengajiannya dan pergaulannya dengan teman sejawat, murid-murid dan orang-orang lain. Demikian juga, para ulama dari kalangan ahli fiqih, ushul, hadits dan bahasa sepakat atas keamanahan, keadilan, kezuhudan, kewara’an, ketakwaan dan ketinggian martabatnya.

Sekali pun demikian agungnya beliau dari sisi ilmu, ahli debat, amanah dan hanya mencari kebenaran, namun hal itu semua bukan karena ingin dipandang dan tersohor. Karena itu, masih terduplikasi dalam memori sejarah ucapannya yang amat masyhur, “Tidaklah aku berdebat dengan seseorang melainkan aku tidak peduli apakah Allah menjelaskan kebenaran atas lisannya atau lisanku.”

Sampai-sampai saking hormatnya Imam Ahmad kepada gurunya, asy-Syafi’i ini; ketika ia ditanya oleh anaknya tentang gurunya tersebut, “Siapa sih asy-Syafi’i itu hingga ayahanda memperbanyak doa untuknya?” ia menjawab, “Imam asy-Syafi’i ibarat matahari bagi siang hari dan ibarat kesehatan bagi manusia; maka lihat, apakah bagi keduanya ini ada penggantinya.?”

Imam asy-Syafi’i seorang yang faqih bagi dirinya, banyak akalnya, benar pandangan dan fikirnya, ahli ibadah dan dzikir. Beliau amat mencintai ilmu, sampai-sampai ia berkata, “Menuntut ilmu lebih afdlal daripada shalat sunnat.”

Sekali pun demikian, ar-Rabi’ bin Sualaiman, muridnya meriwayatkan bahwasanya ia selalu shalat malam hingga wafat dan setiap malam satu kali khatam al-Qur’an.

Ad-Dzahabi di dalam kitabnya Siyar an-Nubalaa` meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman yang berkata, “Imam asy-Syafi’i membagi-bagi malamnya; sepertiga pertama untuk menulis, sepertiga kedua untuk shalat dan sepertiga ketiga untuk tidur.”

Menambahi ucapan ar-Rabi’ tersebut, Adz-Dzahabi berkata, “Tentunya, ketiga pekerjaan itu hendaknya dilakukan dengan niat.”

Ya, Imam adz-Dzahabi benar sebab niat merupakan ciri kelakuan para ulama. Bila ilmu membuahkan perbuatan, maka ia akan meletakkan pelakunya di atas jalan keselamatan.

Betapa kita sekarang-sekarang ini lebih berhajat kepada para ulama yang bekerja (‘amiliin), yang tulus (shadiqiin) dan ahli ibadah (‘abidiin), yang menjadi tumpuan umat di dalam menghadapi berbagai problematika yang begitu banyaknya, La hawla wa la quwwata illa billaah.

Imam asy-Syafi’i tetap tinggal di Mesir dan tidak pergi lagi dari sana. Beliau mengisi pengajian yang dikerubuti oleh para muridnya hingga beliau menemui Rabbnya pada tanggal 30 Rajab tahun 204 H.

Alangkah indah isi bait Ratsâ` (sya’ir mengenang jasa baik orang sudah meninggal dunia) yang dikarang Muhammad bin Duraid, awalnya berbunyi,
Tidakkah engkau lihat peninggalan Ibn Idris (asy-Syafi’i) setelahnya
Dalil-dalilnya mengenai berbagai problematika begitu berkilauan

REFERENSI:

- asy-Syafi’i; Malaamih Wa Atsar Fi Dzikra Wafaatih karya Ahmad Tamam
- I’tiqaad A`immah as-Salaf Ahl al-Hadits karya Dr.Muhammad ‘Abdurrahman al-Khumais
- Mawsuu’ah al-Mawrid al-Hadiitsah
- Al-Imam asy-Syafi’i Syaa’iran karya Muhammad Khumais
- Diiwaan al-Imam asy-Syafi’i, terbitan al-Hai`ah al-Mishriiyyah Li al-Kitaab
- Qiyaam asy-Syafi’i (Thariqul Islam)
- Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi’i karya Dr.Muhammad al-‘Aqil, penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi’i

Diringkas dan disadur oleh,
Abu Hafshoh al-‘Afifah
Sumber:http://www.alsofwah.or.id


[+/-] Selengkapnya...

22 Desember 2009

NISN SISWA MAS ALWASHLIYAH DESA PAKAM

Propinsi Sumatera Utara
Kota Kab. Asahan
Jenjang SMA/MA
Sekolah MAS AL WASHLIYAH Jln. Sofyan Suri No. 20

Detil Data per Sekolah
Siswa - Alumni
Tingkat
No. NISN Nama Kelamin Tingkat Detil
1 9904519487 AMSIR L 12 Detil
2 9904519483 ASMIDA YAHRUMI P 12 Detil
3 9904519477 DEDEK L 12 Detil
4 9870355997 DEDI HARIYANTO P 12 Detil
5 9904519479 DWI SUNARTO L 12 Detil
6 9915415226 FARIDA HANUM P 12 Detil
7 9904519493 FIRMAN L 12 Detil
8 9915415227 HENDRO SUSANTO P 12 Detil
9 9926819957 HETI ULFA P 12 Detil
10 9926819958 INDRA SYAHPUTRA L 12 Detil
11 9915415223 JOKO NUGROHO L 12 Detil
12 9904519492 MUHAMMAD ALDI L 12 Detil
13 9926819959 MUHAMMAD SIS L 12 Detil
14 9904519482 MUHAMMAD SYAFII L 12 Detil
15 9904519491 NURASIAH I L 12 Detil
16 9904519481 NURASIAH IB P 12 Detil
17 9915415228 NURHALIMAH P 12 Detil
18 9915415229 RUSMAWATI P 12 Detil
19 9893253014 SARUL L 12 Detil
20 9904519485 SITI ZAHARA P 12 Detil
21 9904519488 SUPRIADI L 12 Detil
22 9881290864 SYAHRIAL L 12 Detil
23 9926819960 TAJUDDIN MUHAMMAR L 12 Detil
24 9870355996 TUTIK P 12 Detil
25 9915415225 UMI NAZRAH P 12 Detil
26 9893253017 WINA WINATA P 12 Detil
27 9904519476 ZUWIRDA RAHMI P 12 Detil

[+/-] Selengkapnya...

Tahun 2010, UN Pasti...

Perasaan cemas dan harap, para siswa yang selama ini terombang-ambing, tak tentu arah, sudah sampai dan jelas muaranya. Sudah dipastikan,berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional tidak lama lagi akan dilaksanakan. Adapun jadwalnya sebagai berikut:
1.SMA/MA : 20 s/d 24 April 2009
2.SMP/MTs : 27 s/d 30 April 2009
3.SD/MI : 11 s/d 13 Mei 2009
4.SMK/SMALB : 20 s/d 22 April 2009
Adakah pelaksanaan UN pada tahun ini membuat kita frustasi atau tertantang?

Memang selama ini, ujian merupakan momok yang sangat menakutkan bagi para pelajar disemua tingkatan. Kenapa tidak? Dengan hanya proses yang dilakukan selama empat sampai lima hari inilah yang menentukan, apakah seorang siswa itu berhak untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak, mengantongi ijazah atau tidak.
Atas dasar inilah, banyak pihak yang menggugat pelaksanaan ujian nasional.


Ada banyak faktor yang menyebabkan adanya penolakan terhadap ujian nasional. Diantaranya adalah menyamaratakan standarisasi kelulusan antara siswa yang berada dipedesaan atau didaerah terpencil dengan siswa yang berada diperkotaan yang notabenenya adalah mereka yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
Ditambah lagi adanya kemungkinan bahwa kelulusan siswa hanya disebabkan karena keberuntungan.Artinya seorang siswa yang bodoh bisa saja lulus ujian nasional karena hanya menebak huruf-huruf pilihan jawaban yang ada pada lembaran jawaban yang disediakan.


Namun, walaupun begitu, kita juga harus mengerti kehendak pemerintah. Hingga saat ini pemerintah kita memiliki kemauan yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dinegeri ini. Selain dengan menaikkan anggaran pendidikan sampai 20% dari APBN, melakukan sertifikasi terhadap guru dan dosen, juga tidak ketinggalan, ujian nasional ini dijadikan salah satu tehnik untuk tujuan tersebut.


Harapan kita, untuk tahun ini, para siswa harus siap dengan ujian nasional. Belajarlah dengan tekun dan rajin, serta berdoa kepada Tuhan, semoga titik aman ini dapat dilewatkan dengan sukses, sehingga dapat melanjutkan ke titik aman yang berikutnya. Ketetapan pemerintah untuk melaksanakan ujian nasional kita jadikan sebagai suatu tantangan yang mengasyikkan, sehingga kita tidak terlena dibuai oleh kesibukan yang tidak berarti dalam masa usia belajar. Apalagi dizaman globalisasi, teknologi dan informasi saat sekarang ini, sarana yang menunjang kearah sikap hidup santai dan melupakan waktu yang bermanfaat begitu deras menerpa para pelajar. Diperlukan kearifan untuk menghadapi itu semua. Minta tolonglah anda dengan shalat dan kesabaran.



[+/-] Selengkapnya...

18 Desember 2009

PB Al Washliyah Bentuk Panitia Muktamar



Masyhuril Khamis

Jakarta,MAS Alwashliyah News-Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah telah membentuk Panitia Muktamar ke 20 Al Washliyah. Baik Panitia Pelaksana (OC) maupun Panitia Pengarah (SC) telah tersusun. Tinggal menunggu Surat Keputusan yang akan ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah.

“Alhamdulillah, Panitia Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah telah terbentuk,” jelas Sekjend PB Al Washliyah Masyhuril Khamis pada Rapat Pleno PB Al Washliyah bersama Organ Bagian di Cempaka Putih, Jakarta Pusat Senin (2/11).
Menurutnya, Panitia Muktamar dibentuk pada Rapat Harian PB Al Washliyah beberapa hari sebelumnya. Selain memutuskan panitia Muktamar, Rapat Harian pun memutuskan tempat Muktamar Al Washliyah yaitu di Indonesia bagian timur tepatnya di Manado, Sulawesi Utara.

Muktamar kali ini menurut Khamis merupakan Muktamar PB Al Washliyah sendiri tanpa bersama-sama dengan Muktamar Organisasi Bagiannya yang berjumlah tujuh organisasi.

Terpilih sebagai Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Mulkan Nasution dan Sekretarisnya Haris Sambas. Sementara Ketua Panitia Pengarah dipegang Masyhuril Khamis.

Diperkirakan Muktamar ke 20 Al Washliyah ini dilaksanakan pada Minggu kedua Januari 2010.

Perlu diketahui, pada Rakernas II Al Washliyah diputuskan bahwa Muktamar Al Washliyah pada 27-30 November sekaligus ulang tahun ke 79 organisasi ini. Namun dengan beberapa pertimbangan yaitu pada tanggal itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan bulan ibadah Haji maka diundur hingga dua bulan ke depan. razvi
Sumber:AMC News

[+/-] Selengkapnya...

16 Desember 2009

Tidak Lama Lagi Ujian Nasional Tahun 2010


Pengumuman


Jadwal Ujian Nasional (UN)
Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional tidak lama lagi akan dilaksanakan. Adapun jadwalnya sebagai berikut:
1.SMA/MA : 20 s/d 24 April 2009
2.SMP/MTs : 27 s/d 30 April 2009
3.SD/MI : 11 s/d 13 Mei 2009
4.SMK/SMALB : 20 s/d 22 April 2009
Peraturan tentang Ujian Nasional Tahun 2009

A.Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun 2009 dapat dilihat dalam:
1.Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2008 Permen SMA & MA
Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) Tahun Pelajaran 2008/2009.


2.Peraturan Mendiknas Nomor 78 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTs/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009.

3.Peraturan Mendiknas Nomor 82 Tahun 2008 Tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2008/2009.

B.Prosedur Operasai Standar (POS) pelaksanaan UN tahun 2009 dapat dilihat dalam:
1.POS UASBN untuk SD/MI/SDLB Tahun Pelajaran 2008/2009
2.POS UN untuk SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2008/2009
3.POS UN untuk SMA/MA Tahun Pelajaran 2008/2009

C.Pelaksanaan Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dapat dilihat dalam:
1.Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor D.I/452/2008Tentang Ketentuan Pelaksanaan Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK)Tahun Pelajaran 2008/2009.
2.Kisi-kisi Ujian Nasional Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK)



Sumber : www.depag.go.id

[+/-] Selengkapnya...

15 Desember 2009

PEMBUKAAN PORSENI KE V MADRASAH ALIYAH SE-KABUPATEN BATU BARA

Gambar: Drs. H.Syahrial Naim, Ka. Kandepag Asahan Batu Bara, melakukan pelemparan bola pertama, pertanda dimulainya pertandinga bola volley

mas alwashliyah news-Bertempat di halaman MAN Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara (15/12) sekitar lebih kurang 1500 siswa Madrasah Aliyah se-Kabupaten Batu Bara berkumpul memenuhi lapangan dalam acara pembukaan PORSENI ke-V Madrasah Aliyah se Kabupaten Batu Bara.


Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Departemen Agama Asahan-Batu Bara, Drs. Haji Syahrial Naim, ditandai dengan pelepasan balon udara. Dalam sambutannya beliau mengharapkan melalui PORSENI para siswa dapat berlatih untuk senantiasa sportif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melaksanakan pertandingan, semangat juang dapat ditumbuh kembangkan, sehingga para siswa tidak mudah purus asa.


Porseni ke V Madrasah Aliyah se-Kabupaten Batu Bara diikuti 14 Madrasah, yaitu MAN Lima Puluh, MAS Alwashliyah Air Putih, MAS Alwashliyah Pangkalan Dodek, MAS Alwashliyah Desa Pakam, MAS YAPI sipare-pare, MAS Alwashliyah Petatal, MAS Alwashliyah Siajam, MAS Alwashliyah Tanjung Tiram,MAS Teladan Ujung Kubu, MAS CIPTA Simpang Dolok, MAS Alwashliyah Kedai Sianam, dan MAS Yayasan Khusnul Khotimah Tanjung Tiram serta MAS Al-Irsyad.


Dra. Refiyanti, sebagai ketua pelaksana dalam sambutannya mengatakan bahwa PORSENI ini juga sebagai saran seleksi untuk menuju PORSENI tingkat Propinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010 di Mandailing Natal.


Cabang perlombaan meliputi: atletik, permainan volley, tennis meja, sepak takraw, pidato bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, Kaligrafi, dan MTQ.


Acara tersbut dimeriahkan oelh penampilan tarian formasi yang dipersembahkan oleh siswa-siswi MAN Lima Puluh, serta grup drum band dari Madrasah Yapi Sipare-pare,Madrasah Aliyah Alwashliyah Tanjung Tiram, Madrasah Aliyah Cipta Simpang Dolok, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Lima Puluh.


Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Desember 2009 ini memperebutkan medali yang telah disiapkan oleh pihak panitia.



[+/-] Selengkapnya...

10 Desember 2009

Nasehat Imam al-Ghazali


Apabila penyakit yang diderita sudak lama dan kronis, yang menurut diagnosa dokter yang profesional sudah tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan,maka ia tidak akan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat terhadap penderita. Ia yakin bahwa yang dia lakukan akan menghabiskan waktu saja dan tidak akan menghasilkan apa-apa.


Sesungguhnya penyakit kebodohan itu empat macam.Satu yang dapat diobati dan selebihnya tidak bisa diobati walaupun dengan terapi yang intensif sekalipun.


Yang tak dapat diobati adalah penyakit, ketika dia mengajukan pertanyaan dan memberikan nasihat, pertanyaan dan nasehatnya berasal dari rasa benci yang dimilikinya terhadap yang ditanya dan yang dinasehatinya. Jika dijawab semua pertanyaannya, walaupun dengan jawaban yang jelas, sistematis, argumen yang sahih, maka semuanya itu tidak akan memuaskan hatinya. bahkan hanya akan menambah kebencian, permusuhan serta kedengkian.
Ketika berhadapan dengan orang yang memiliki type yang seperti ini, janganlah gusar. Karena pada dasarnya segala permusuhan bisa dilenyapkan, kecuali permusuhan orang yang memusuhi karena hati yang dengki.Maka hendaklah menghindarkan diri dari pertengkaran serta permusuhan yang seperti ini. Dan biarkanlah hidup berdamping dengan kejahilannya.Firman Allah:"Maka hendaklah engkau berpaling dari orang yang berpaling dari peringatan "


Orang yang dengki dengan bentuk perkataan dan perbuatan, hanya akan menambah nyala api untuk membakar ilmunya. Sehingga ilmunya binasa dan dia tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu yang dimilikinya.Sabda Rasulullah:"Kedengkian hati akan memakan segala kebaikan seperti api yang membakar kayu bakar"


Jenis yang kedua adalah penyakit yang timbul dari pikiran yang nyeleneh. Penyakit yang seperti ini pun sulit untuk diobati. Isa alaihissalam berkata: "Aku tidak kalah dari orang yang mampu menghidupkan orang yang mati. Tapi aku kalah terhadap orang yang pikirannya nyasar".


Orang yang memiliki type ini adalah orany yang sungguh malas untuk belajar. Kalaupun mau belajar hanya dalam waktu yang singkat. Tidak serius dalam menuntut ilmu. Namun ia berani untuk berdebat dengan ulama yang betul-betul ihlas dengan ilmunya, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan ilmu, baik ilmu syar'i maupun ilmu lainnya.



Orang yang berpikiran nyeleneh ini, beranggapan bahwa dirinya adalah orang yang sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menganggap apa yang dia perolah adalah sesuatu yang luar biasa. Ia juga beranggapan ilmu yang dimilikinya adalah ilmu yang sulit dipahami oleh orang yang mumpuni ilmunya.


Jika ia sendiri tidak bisa menakar dirinya, pertanyaan yang diajukannya pun timbul dari sumber pikiran yang nyeleneh semuanya.Seorang ulama tidak akan repot menghabiskan waktu untuk melayani pertanyaan-pertanyaan orang yang seperti ini.


Disadur oleh Jafar dari : Ayyuhal walad




[+/-] Selengkapnya...

9 Desember 2009

Mengenal Perpustakaan dan Arsıp Kabç Batu Bara



Mengenal Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Batu Bara



A. Sejarah Singkat
Untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah, perlu suatu perangkat daerah yang dapat menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 2007 tentang Oranisasi Perangkat Daerah Bab V tentang besaran organisasi dan Perumpunan Urusan Pemerintah yaitu pasal 22 ayat 5 huruf g tentang "Bidang perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi"

Kabupaten Batu Bara, sebagai pemekaran dari Kabupaten Asahan, yang didasari dengan UU No. 5 tahun 2007. Bulan Juni 2007, diangkatlah Drs. H. Sofyan Nst, MM (Asisten III Pemerintah Propinsi Sumatera Utara) sebagai pejabat Bupati Batu Bara sampai Juni 2008.Kemdian diganti dengan pejabat baru, Drs. Syaiful Syafri,MM (Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Sumatera Utara), yang berhasil melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah pertama pada hari kamis, 16 Oktober 2008 yang mengantarkan Bupati Defenitif OK Arya Zulkarnain,SH,MM sebagai Bupati dan Drs.H.Gong Matua Siregar sebagai wakil, masa bakti 2008-2013.


Semula Kantor Perpustakaan dan Arsip tidak memiliki gedung, namun berkantor di Mobil Pintar atas bantuan dari Otorita Asahan. Tepatnya 20 Nopember 2008 Gedung Kantor Kewedanaan Batu Bara dijadikan kantor, setelah direnovasi melalui APBD 2008 yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Labuhan Ruku Kecamatan talawi.


Tugas pokok Kantor perpustakaan Dan Arsip adalam merpakan unsur penunjang Pemerintah Daerah dalam melaksanakan tugas kewenangan Otonomi dibidang Pengelolaan dan Pembinaan Perpustakaan dan Arsip, yang diselenggarakan berasas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, kerukunan dan kemitraan.


Pada hakikatnya Kantor Perpustakaan dan Arsip adalah milik kita bersama, tempat meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, pusat penelitian, pusat informasi, rekreasi (hiburan), pusat pos yandu baca, pusat bedah buku, serta pusat berbagai kegiatam/lomba tanpa memandang Status Sosial, Usia, Pendidikan, maupun Ras.



B. Koleksi
Koleksi bahan Pustaka bersumber dari pembelian melalui dana APBD maupun hadiah dari Badan Perpustakaan arsip dan Dokumentasi Propinsi Sumatera Utara maupun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Demikian juga sumbangan terhadap 24 Perpustakaan Desa / Kelurahan binaan, sebagai berikut:































KategoriJumlah JudulJumlah Eksemplar
Koleksi Umum3911092
Referensi2284
Mobil Pintar13762743
Perpustakaan desa473810.144
Total652714.063



C. Jenis Layanan
Layanan Informasi : Penelusuran Informasi
Layanan Pinjam Bahan Pustaka
Layanan Referensi
Layanan Konsultasi, Bimbingan/Pembinaan baik pribadi maupun instansi
Layanan Fhotocopy
Layanan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan maupun arsip
Layanan Perpustakaan Keliling melalui Mobil Pintar
Layanan Arsip untuk kepentingan penelitian



[+/-] Selengkapnya...

8 Desember 2009

Peserta Yg lulus CPNS Kab. Batu Bara

Cetak Halaman Ini


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL 2009 UNTUK KABUPATEN BATU BARA:



GURU SMP
Pendidikan Agama Islam
136200153 NENI SRI WAHYUNI
136200039 AISYAH
136200102 LAILATUL HUSNA
136200043 UMARDARWINLUBISSS
136200075 WALIDAH HASANAH NST
136200034 SUHAIMAH
136200029 DADANG ABDUL JALIL

Pendidikan Agama Kristen
136210001 JUNIARTOSIAGIAN
136210012 HOTMA RONY SARAGIH

PPKN

136220005 MARDIANA
136220099 TAMBAH HAMONANGAN
136220003 NURHAYANI
136220077 SYAHMIRULTAUFIK
136220012 BENNYTORANGWIRAKHSB
136220139 RISDA R TAMBUNAN
136220142 TAGOR PANJAITAN

Bahasa Indonesia
136230175 ZULKIFLI
136230192 MUSIAH
136230081 AGUSTINANINGSIH
136230123 ISMAIL
136230035 JUHANA
136230005 JULIANA
136230112 SRIWAHYUNI PANJAITAN
136230015 JULIANA
136230017 INDRA GUNAWA
136230204 RAHMADSYAH RANGKUTI

Bahasa Inggris
136240109 IRMA NOVIDA
136240200 SYAHRUL AYADI
136240139 SYAHMADAN PURBA
136240004 DEASEY GITASARI G
136240186 CYNTHIA WULANDARI
136240209 ELLA SARTIKA
136240094 FARIDA HANUM
136240201 LESTARI PURNAMA P
136240176 ZULFAH
136240432 SURIYATIK SARAGIH
136240588 WAN ELFI MAHSURI
136240014 ARMAWATI

Matematika
116250009 RATNA SARI DEWI HSB
116250167 ISMIFATHULJANNAH
116250016 ANITA SUGITO
116250045 NILA ASNANIMARGOLANG
116250030 HUSNUK KHOTIMAH
116250046 KAMARUDDIN
116250079 KHAIRANI
116250049 LIDYA VERONITA SRG

Fisika
116260002 LEORINCE MANURUNG
116260027 AINUN HADI AGUSTIN
116260039 SOFIRIANA SIMBOLON
116260042 SRI RAHMAYUNI PURBA
116260013 KHARIUL BARIYYAH
116260060 HUSNUL KHOTIMAH
116260021 MUHAMMAD ALWATHONI

Biologi
116270008 YUNI WINDA SARI S
116270005 SRI RAHAYU
116270015 ROSALINA MANGUNSONG
116270082 NANDA AYU ISNANI
116270013 WIDYA ASTUTI
116270045 FAURINA MAYA SARI
116270101 NOVITA LESTARI

Sejarah
136280054 MULIADI
136280034 FITRIA PARINDURI
136280029 FITRIAFRIANISILALAHI
136280025 ASIAH
136280046 IDA ROYANI
136280031 HERNILIYANTI
136280037 JURIAH

Ekonomi
136290344 ANANTA MAKRUF HRP
136290042 MUHAMMAD FAISAL
136290252 AISYAH
136290012 HERIYANTO
136290369 RICKY SAGITA T

Penjas
136300035 ZAINAL ABIDIN
136300015 RIKIGUNAWAN NASUTION
136300030 RIZKA SYAFRINA A LBS
136300009 AMSAL P P LBN GAOL
136300007 MARTHIN LUTHER

Kesenian
136310001 RAFIKA UMAYA SARI
136310005 TOPANIMANUELSITORUS
136310016 RICE BETRIS SEBAYANG
136310011 DEBY IRMADANI

BP/BK
136320001 FAUZIAHNURDALIMUNTE
136320013 FAHRIZA YUSUF
136320059 ALI USMAN
136320050 ENIKE PANGARIBUAN
136320051 SRI MAHYUNI
136320047 YANTI HERMENIKE S
136320044 SRI MARDIANA
136320054 MHD YUSUF HASIBUAA
136320018 ROSINTA SUMBAYAK
136320052 NOVA SELLA NITA M
136320033 DEWI MAI NINGSIH
136320057 SAMSUTAAT RAMBE
136320009 NURLENISIMBOLON
136320060 SRI ASRIANI

Komputer
116330007 ESLI RAFLIDA SINAGA
116330008 LISBET FRANSISIKA S
116330002 ESTER TARIGAN
116330006 MASNIDAWATY


Geografi
136340026 SURAHMAT ANSHARI
136340013 WAHDANIAR
136340025 RAHMAD ZEIN
136340022 HENDRI SIANIPAR
136340023 HISFA HIMMI
136340030 BONARDO LUMBANRAJA
136340019 AGUS S


GURU SMA
Pendidikan Agama Islam
136400115 WIRDALINA
136400130 SOLIHAH
136400005 JAMIL MUFTI
136400001 SULAIMAN
136400114 MUHAMMAD IDHAM

Pendidikan Agama Kristen
136410002 SURYADIHAMONANGANS
136410003 EVIANA SIPAYUNG

PPKN
136420003 SARIANA T S
136420008 NOVA JULITA

Bahasa Indonesia
136430001 KARTINA

Bahasa Inggris
136440052 SUHERMAN
136440043 NURAMALYA
136440021 KHAIRINA DEWI
136440070 SYAHRIPAL PUTRA
136440035 HENNY YUNIKA N

Matematika
116450008 AHMAD FAUZI
116450041 HAIRUL ANWAR SITORUS
116450030 HOTMA PANGARIBUAN


Fisika
116460007 ULI DAMANIK
116460006 NATALINA MANURUNG
116460011 RYANTI ENDANG S
116460003 HALIMAH

Biologi
116470001 REIN H SIAHAAN

Kimia
116480007 NOVARIDA MANURUNG
116480010 RIADI
116480039 PORIDA HASANAH SS

Akuntasi
136490016 JULIANI

Sejarah
136500017 SOVIANUR
136500006 FITRI NOVTAVIA YANTI
136500015 KHAIRUZZAHRIAH S

Ekonomi
136510033 RATNA DEWI
136510027 NUR AZIZAH

Penjas
136520017 UMI KALSUM
136520007 FARIDA HANUM
136520006 KRIST* EL HUTAHAEAN

Kesenian
136530007 RISA MAFRANI
136530001 PRIHATINRAMADHANIYA
136530008 DIMPOS YUSTINUS S

BP/BK
136540003 HENNI DAME SITOPU
136540001 EDI JOHAN HARAHAP
136540008 NURHALIMAH NASUTION
136540005 DELPI PURBA
136540006 NURHABIBI

Tekni Mesin
116550004 TOGU SAHAT P SIRAIT

Tekni Elektro
116560011 NOVIND * PURBA

Teknis Otomotir
116570007 FAKHRI NASRI
116570005 R ADE SAFARI PANE
116570003 SULISTIO
116570001 DEDY SUTOPO
116570011 BUDI HARTO

Komputer
116580007 M SOJARMADI ENGRAWAN
116580008 DENNY SINAGA
116580002 LASMA FITRIWANTI P
116580001 HOTDIASNITA MARBUN 03/02/1983

S1/A.IV Komputer 19,38 SUMBER MAKMUR, LIMA PULUH DUSUN I DESA SUMBER MAKMUR KEC. LIMA PULUH, KAB. BATU BARA

S1/A.IV Komputer

S1/A.IV Komputer

Tekniska Kapal Penangkap Ikan
116590001 HAMDANI AHDA
116590004 MANGAPUL SINAGA
116590003 MARDIANSYAH
116590005 ZUFRI ERI ANDI SMTPG

Perikanan
116600002 JULIANA E SITUMORANG
116600004 INDARTI MIRA DINATA
116600003 LINAYANTI BERLIANA N
116600001 AZMI

Geografi
136610014 SONDANG MARIA L TBG
136610002 ROZI BUDIATI
136610004 SUSANTA MARIA BR G

Sosilogi
136620006 HARIANI SIREGAR
136620009 NELLY H SIHOTANG
136620005 ROSMASARI
136620002 KASIATI

KESEHATAN
Dokter Spesialis Bedah, Anak, Penyakit Dalam dan Kebidanan

Dokter Spesialis Bedah, Anak, Penyakit Dalam dan Kebidanan

Dokter Spesialis Bedah, Anak, Penyakit Dalam dan Kebidanan

Dokter Spesialis Bedah, Anak, Penyakit Dalam dan Kebidanan

Dokter Umum
227200028 ZURAIDAH
227200002 ANDI WIBOWO
227200060 ELISRI DEWANTI
227200006 DENI SYAHPUTRA
227200087 DHAR A BAKTI ARITO
227200084 HARI PUTRA DERMAWAN
227200032 NOVA SATRIA
227200010 LAILAN SYAFRIN LBS
227200021 DEWI TETTI BANUAREA
227200013 IMELDA YUSNITA SIREG
227200030 MARIA SARY
227200037 RAHMAWANI AKMAL
227200061 SUMRAHADI MANURUNG
227200104 MARLINA YANTI M
227200007 JURI FREZA
227200005 JULIANA MUNIR
227200079 DINA HARTINI HARAHAP
227200036 SILVIA BUKIT

Dokter Gigi
227210004 ELVI SAHARA
227210010 FORTUNE MUARAYANTHI
227210005 MARIATY E GINTING
227210003 HASBINA WILDANI

Apoteker
227220006 FAUZIAH ANNISA

Farmasi
257230058 TETTY A SINAGA
257230012 CHRISTINA M L TORUAN
257230026 IMAN WAHYUDI S
257230029 FALENTINA SINAGA
257230059 MAHLIZA
257230072 MUHAMMADIRFANSITEPU

Kesehatan
227240008 PAISAL CHAIRY
227240001 DWI RIDHA TAMA
227240002 MILAWATI

Kebidanan
257250269 FITRI MAYA SARI
257250127 INDAH PUSPITASARI
257250371 TITI RIDHA WATI
257250660 RENI HARTATI
257250071 HADIYANI
257251119 DEWIMIDIAWATI
257250200 RATI AYUNINGTIAS
257250066 ARMELIA NANDA SARI
257250419 MARLINA
257250051 ERNIDAWATI SIHITE
257250202 ERNA
257250145 ROSMAIDA SIRAIT
257250179 NURWINDA DALIMUNTHE
257250505 SRI MARTINA
0257250269 RITA SUSANTI RITONGA
257250135 EMIFADILLAH
257250132 MARDIYANTI
257250406 LIDIA HUTAGAOL
257250088 DARATUL LAILA NST
257250160 HENNI
257250231 MIRNA DWI ASRI
257251293 NANI SULASTRI POLEM
257250167 SRI HINDAYANI
257250110 MELDAWATIIMANURUNG
257251326 WIWIK RAMAYANI
257250020 ENITA SITIO
257250706 NURLIANITAMAYASARI
257250454 DEWI MIZWARNI
257250171 FITRI RAMADHANI R
257250061 AYUNANI RITONGA
257250897 SRIWAHYUNI PURBA
257250403 ERVIANI GEMPAWATI M
257250178 DEWI WAHYUNI
257250084 DANI SUPRIDA MUNTHE
257250025 SYARIFAH AINI
257251353 MILA SARI
257250099 NURIYATI
257251009 HEFNI HANDAYANI
257251042 DIANA ARMYLIZA
257250044 NURFATIMAH
257250236 ENILAWATI AMBARITA
257250470 SRI WATI SARAGIH
257251059 NURHABIBAH SIREGAR
257250093 AISYAH
257250907 ENNY GUSRIANI
257250390 FITRI HANDAYANI
257250272 RIANTI
257250060 FITRIAH
257250543 AFRINA ERNAULI S
257251252 JUARANISARI SILALAHI
257251314 RIKA NURITA
257250243 DARMIAH PURBA
257250902 EFLIN T HABEAHAN
257251127 MAULIDAYATI DAMANIK

Keperawatan
257260085 RAHMA S PURBA
257260038 R DINA MARIANA
257260543 KARMILA
257260586 ERCHA YUNANDRA
257260005 ZENTI SURYA EVA
257260018 RONALD H MANURUNG
257260216 IRWAN ZAIN LUBIS
257260439 ELLYS SIMATUP*G
257260190 MAGDAJULIANASILALAHI
257260759 SRIWULANSARI
257261559 NURHIDAYANI SINAGA
257260271 KHAIRUNISYAHFITRI
257261030 SRIATI
257260040 MAHANIM
257261361 RATNA DEWI
257260434 SITINURHAIDASARAGIH
257260262 NETTIHUTAGALUNG
257260551 MARWAN PS
257260614 SELY IRWANTI SARAGIH
257260688 MUHAMMAD RAIS
257260157 SRI WAHYUNI
257261670 MEILIDAWATI
257260152 AGUS ASRI AIDILFITRI
257260440 VINCE SUSI VERAWATY
257260093 KRISTIAN LUBIS
257260016 FRENSI URATNO MRG
257260938 DORA MINTASARI S
257261217 NURASIAH
257261197 MASDIANA GINTING
257260336 MAWAR PUTRI YANTI
257260978 LELI SUPIANI
257260203 HENRI R SIHITE
257260979 SAPAR RITONGA
257261107 HORAS MANGARANTO S
257260045 YOFI ARDIANSYAH
257261969 ELFRIDA
257261179 JUNITA
257260021 EVIYANI
257261966 MARIKE SITUMORANG
257261215 ALPIAN
257260450 NURHAYA*I NASUTION
257260167 AYAHNIAR
257260051 SRI RATNA DEWI
257260529 UMIAADRAH
257260151 NURDIANSYAH
257260085 NURLIATI W JASNI
257260719 NINISRIMAHARANI
257260194 AMAR AKBAR
257260623 ELIDA AFNI
257260169 HENDRISYAHPUTRA
257260527 DESI MARYUTI
257260189 SULASTRI
257260307 NYAI RAHAYU
257261219 EKA *IANA CHRISTY
257261672 HERMANTO SAHPUTRA
257261146 RIRI SYAFITRI
257260008 RIDWAN
25726**704 RIV IAPINSADZALI
257261405 IDHAMSYAH
257260388 ADEPUTRI
257260055 SRI YUHARLI
257260371 SRIHANDAYANI
257261096 IRA NOVIANA
257260713 NURAYILA
257261701 ROSNIATI
257260806 MHDGUNTURSIREGAR
257260193 NURAINI
257261440 TETTY SYAFITRIA NST
257261462 PAHALA RUDI A M* A
257260010 ELI ERMAWATNI
257261044 RUSLINDA PANJAITAN
257261619 RISMA SIREGAR
257260733 DEWI ARIEF YENNI
257260172 M U L I A N A
257260033 CHERIDA RAHMADANA L
257260014 SAHRIL
257260179 YANTINIRMALA
257261026 MARDIAH
257260282 SRI KURNIATI
257260804 MUFLIKHIRKHAM
257261092 NURAINUN PURBA
257260596 LENNY ROLINA MUTIARA
257261285 JULINA RUSTINI B
257261284 SULASTRI S SARAGIH
257260328 DANU ARDIANSYAH

1 S1 Rontgen
2 S1 Rontgen
1 D.III Anastesi
2 D.III Anastesi
3 D.III Anastesi

Fisioterapi
257290005 RABIATUNNASUTION
257290004 SUKESI

Teknik
257300012 RINA SALSALINA BR P
257300011 IKAEFRANIDAMANIK

Kesehatan Gizi
257310016 SUKMA DEWI
257310034 ROHANA
257310040 HALIJAH
257310008 APRITA SARI DAMANIK
257310003 ERWANSYAH P SBR
257310022 JESSI CRISMA SIREGAR
257310040 KHIKI BUDIARTI LUBIS
257310025 IRMA D ARITONANG
257310038 YURILLA ADITYA RAHMA

Kesehatan Gigi
257320002 UMMAIROH ULFA
257320015 YENINOVIRISMABUTAR
257320007 RAHMA SETIANI
257320005 WISMAYATI
257320006 JUWITA
257320018 SISWIRDAYANI S

Sekolah Perawat Kesehatan
277330063 SUSIRAMAYANI
277330001 EKASUSILAWATY
277330074 RONI SISWOYO
277330150 TETTI HERMAWATI
277330196 IDAWATI
277330136 SURYATIKA
277330089 JAYARTINA
277330058 DINIYAH PUTRI
277330043 AGUS HARI SAPUTRA
277330200 FITRIANA
277330029 WULANDARIDAMANIK
277330279 NILAM
277330259 OKTAVIA SIMATUPANG
277330139 SUWARTIK
277330741 WIRDASARI
277330280 EVALENTINA DOLOK SRB
277330825 PESTA SINAGA
277330263 JUNIHHARDIANTI
277330872 ANITA ANDRIANI
277330087 SABAR SUDIRMAN
277330424 ROMA NASIB SILABAN

TEKNIS
Ilmu Kesejahteraan Sosial
338100023 PRASETYA ABDILLAH
338100014 IRMA ZULAIKA DLMT
338100003 HERMAN ZULKHAIRI

Agama Islam
338110009 SYARIFAH AINA
338110049 ELPANDI
338110014 ALI AKBAR
338110013 IHRAMLIEFENDI
338110011 SRI SUPARTI

Teknik Industri
318120011 SUINDRA
318120012 LAMHOT MAHULAE
318120024 EDI PURWANTO

Teknik Mekanik Industri
348130033 HERRY PRAYOGIE
348130062 PASKAH SILABAN
348130007 ISNIARDI
348130015 IRWAN ESTOMI SIAHAAN


SMK Teknik
378140014 ADHAM NASUTION
378140005 DEDI ISKANDAR
378140013 ARI HERMANSYAH
378140015 SYAHRIZAL

S1 Manajemen / Teknologi Informatika Komputer
318150004 SAUR SUYANTO
318150017 ARI HAZIZI
318150037 LISA ANDRIANI
318150080 DERMANTO V HARIANJA
318150080 KARTIKA MARYANTHI T

D.III Manajemen Informatika Komputer
348160608 SYAFRIDA HANIM
348160506 DONNY IRAWAN
348160026 SAHAT M TUA SAGALA
348160402 AZHAR
348160003 FITRI RAHAYU
348160390 FITRI
348160620 MUHAMMAD SYAHRIZAL

D.III Teknologi Informatika Komputer
348170012 DIMAS PINSU MASTIO
348170145 DONI IRAWAN
348170193 HASMANAN

S1 Ilmu Hukum
338180088 AKHYARUDDIN M
338180059 ACHMAD FAHRY SIREGAR
338180003 TAUFIK ORYZA LUBIS
338180005 AHMAD RIDWAN LUBIS
338180013 SUTAN RAHMADSYAH M
338180188 ALMAN TJAPAH
338180055 ALISA RAHMI H

S1 Hukum Islam
338190064 JUMALI
338190019 SABRI
338190043 MUKHLIS SYAHPUTRA
338190001 MOHAMMADSUKRI
338190017 ISWAN

S1 Kimia Industri
318200011 HERIATY ROSA TARIGAN
318200008 AERWANSYAH
318200007 SURYA WAHYUNI LUBIS
318200016 DARWINSYAH

D.III Kimia Industri
348210011 RISMANDIANTO
348210264 BUDI MULYONO
348210051 ELIANA BUTAR BUTAR


S1 Teknologi Kimia Industri
318220005 ALIYUS SAFRI SAMAN

S1 Teknik Mesin
318230051 FRANSAHALASIREGAR
318230177 FANWIMAULABASYARSIR
318230130 ARI SUJARNO
318230018 RICHMON SITORUS

S1 Pariwisata
338240009 BINTANG MARDIANA H
338240006 YUSNIAR PURBA
338240008 RO YCHANDRA SIREGAR
338240017 HISARWIN DOVANI

D.III Pariwisata
368250013 HERI WAHYUNI
368250054 ELISABETH SIAHAAN
368250023 MUHAMMAD RIZKII
368250005 FATIMAH ZAHRA

S1 Sastra Inggris
338260132 MUHARRINI SYAHRI
338260073 FITRIANI
338260042 FENTY EFFENDY

SMK Pariwisata
378270044 HENDRA PRAKASA
378270502 RIZKI MESTIKA SARI
378270454 DESSY AZRYANI
378270048 RAFIKAYOESISIHOMBING
378270126 A GUSTI ANUGRAH
378270281 AHMAD NAZRIL AUFA

S1 Planologi
318280004 HOTNIDAYUSNAINISIMBOL
318280003 ERWIN HUTAGALUNG
318280001 YAFIZSYAM



Sumber: Batu Bara News

[+/-] Selengkapnya...

4 Desember 2009


Mufti Mesir Fatwakan Wajib Zakat Minyak untuk Gaza



Mufti Agung Mesir Syeikh Dr. Ali Jumah seruan negara-negara Arab mengeluarkan zakat hasil bumi mereka berupa minyak


Hidayatullah.com--Mufti Agung Mesir Syeikh Dr. Ali Jumah merilis fatwa yang berisi seruan kepada negara-negara Arab dan Muslim penghasil minyak untuk mengeluarkan zakat hasil bumi mereka (minyak).


Dalam fatwanya, Syeikh Jumah menyatakan jika zakat minyak bagi negara-negara tersebut adalah wajib hukumnya. Sementara, untuk penglolaan dan pendistribusian harta zakat tersebut diutamakan untuk para Muslim Gaza.


"Wajib hukumnya bagi negara-negara Arab dan Muslim penghasil minyak untuk menunaikan zakat minyak. Harta zakat tersebut kemudian didistribusikan untuk para saudara kita di Palestina," ungkap Jumah sebagaimana dilansir situs Islam rujukan Islamonline (17/1).


"Saudara-saudara kita di Palestina yang tengah terjajah menjadi lebih diutamakan dalam penerimaan harta zakat," tambahnya.


Dalam kacamata fikih, hemat Jumah, hukum wajib zakat minyak ini termasuk dalam bab "Jihad ad-Daf'i", atau jihad pembelaan untuk membantu umat Muslim yang negara mereka tengah dilanda kecamuk peperangan.


Selain mengeluarkan harta zakat, menggalang dana solidaritas dan bantuan kemanusiaan lainnya, semisal donor darah, obat-obatan, makanan dan minuman, dan lain-lainnya juga termasuk ke dalam Jihad ad-Daf'i.


"Hal tersebut termasuk salah satu kategori jihad," ungkap Jumah.

[iol/www.hidayatullah.com]



Dowload : Sirah Ibnu Hisyam

[+/-] Selengkapnya...

3 Desember 2009

MENUNDA AMAL KEBAIKAN KERANA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH BAIK ADALAH TANDA KEBODOHAN


Hikmat yang lalu memaparkan kebodohan yang timbul kerana kejahilan tentang kekuasaan Tuhan. Hikmat 26 ini pula memaparkan kebodohan yang timbul lantaran kelalaian. Orang yang mabuk dibuai oleh ombak kelalaian tidak dapat melihat bahawa pada setiap detik pintu rahmat Allah s.w.t sentiasa terbuka dan Allah s.w.t sentiasa berhadap kepada hamba-hamba-Nya. Setiap saat adalah kesempatan dan tidak ada kesempatan yang lebih baik daripada kesempatan yang memperlihatkan dirinya kepada kita. Kesempatan yang paling baik ialah kesempatan yang kita sedang berada di dalamnya.



Kelalaian adalah buah kepada panjang angan-angan. Panjang angan-angan pula datangnya dari pokok kurang ingatan kepada mati. Jadi, ubat yang paling mujarab untuk mengubati penyakit kelalaian ialah memperbanyakkan ingatan kepada mati. Apabila ingatan kepada mati sudah kuat maka seseorang itu tidak akan mengabaikan kesempatan yang ada baginya untuk melakukan amal salih.


Hikmat ke 26 jika ditafsir secara umum menganjurkan agar segala amal kebaikan hendaklah dilakukan dengan segera tanpa bertangguh-tangguh. Jika diperhatikan Kalam-kalam Hikmat yang lalu dapat difahamkan bahawa Hikmat yang dipaparkan berperanan membimbing seseorang pada jalan kerohanian. Amal yang ditekankan adalah amal yang berhubung dengan pembentukan rohani. Hikmat 27 nanti akan memperkatakan tentang makam iaitu suasana kerohanian. Jadi, jika ditafsir secara khusus Hikmat 26 ini menganjurkan bersegera melakukan amal-amal yang perlu bagi menyediakan hati untuk menerima kedatangan hal-hal dan seterusnya mencapai makam-makam. Amal yang berkenaan ialah latihan kerohanian menurut tarekat tasauf. Latihan yang demikian harus disegerakan sebaik sahaja mendapat kesempatan, tanpa menanti kedatangan kesempatan yang lain yang diharapkan lebih baik dan lebih sesuai.


Ketika menjalani latihan kerohanian secara tarekat tasauf kehidupan hanya dipenuhi dengan amal ibadat seperti sembahyang, puasa, berzikir dan lain-lain Semua amalan tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk mengejar syurga tetapi semata-mata untuk mendapatkan keredaan Allah s.w.t dan mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan seperti inilah yang membuka pintu hati untuk berpeluang mengalami hal-hal yang membawa kepada hasil yang diharapkan iaitu makrifatullah. Sesiapa yang benar-benar ingin mencari keredaan Allah s.w.t dan berhasrat untuk menghampiri-Nya serta mengenali-Nya hendaklah jangan bertangguh-tangguh lagi. Usah dicari kesempatan yang lebih baik. Jangan menjadikan masalah keduniaan sebagai alasan untuk menunda tindakan bergiat mencari keredaan Allah s.w.t. Bulatkan tekad, kuatkan azam, masuklah ke dalam golongan ahli Allah s.w.t yang beramal dan bekerja semata-mata kerana Allah s.w.t. Benamkan diri sepenuhnya ke dalam suasana ‘Allah’ semata-mata dan tinggalkan apa sahaja yang selain Allah s.w.t buat seketika. Anggapkan latihan yang demikian seperti keadaan ketika menunaikan fardu haji di Tanah Suci. Selama di Tanah Suci, segala-galanya ditinggalkan di tanah air sendiri. Di hadapan Baitullah seorang hamba menghadap dengan sepenuh jiwa raga kepada Tuhannya. Dia tidak khuatirkan keluarga, harta dan pekerjaan yang ditinggalkan kerana semuanya sudah diserahkannya kepada penjagaan Allah s.w.t. Allah s.w.t adalah Pemegang amanah yang paling baik. Dia menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepada-Nya. Syarat penyerahan itu adalah keyakinan.


Perlu juga dinyatakan bahawa latihan kerohanian secara tarekat tasauf bukanlah satu-satunya jalan kepada Allah s.w.t. Tujuan utama latihan secara tasauf adalah untuk mendapatkan ikhlas dan penyerahan yang menyeluruh kepada Allah s.w.t. Ikhlas dan penyerahan boleh juga diperolehi walaupun tidak menjalani tarekat tasauf tetapi tanpa latihan khusus pembentukan hati kepada suasana yang demikian adalah sukar dilakukan.


Jalan yang tidak ada latihan khusus adalah jalan kehidupan harian. Pada jalan ini orang yang beriman perlu bekerja kuat untuk menjalankan peraturan Islam dan mempertahankan iman. Pancaroba dalam kehidupan harian sangat banyak dan orang yang beriman perlu berjalan dicelah-celahnya, menjaga diri agar tidak tertawan dengan penggoda. Kewaspadaan dalam kehidupan harian itu adalah sifat takwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang mulia pada sisi Allah s.w.t.


Walau jalan mana yang dilalui matlamatnya adalah memperolehi ikhlas, berserah diri dan bertakwa


Dikutip dari "Al-Hikam" Ibn 'Athaillah
Darı Abu Saıd Al-Khudriy ra. bahwasanya Rausulullah bersabda:"Sesungguhnya dunia ini indah dan mempesona, dan sesungguhnya Allah swt menyerahkan dunia ini kepada kamu sekalian dan Allah akan melihat bagaimana kamu sekalian berbuat atas dunia ini. Maka berhati-hatilah kamu sekalian dalam masalah dunia dan berhati-hati pulalah terhadap wanita"(HR.Muslim)

[+/-] Selengkapnya...

1 Desember 2009

MOTIVASI



Pernahkan Anda mengalami seperti masuk ke dalam sebuah jalan buntu. Bingung mau melakukan apa? Bingung kemana arah langkah kita selanjutnya? Saya pernah mengalami dan ternyata banyak orang lain pun yang mengalami hal sama. Jika Anda pernah mengalami, bahkan sedang mengalami, dan kemungkinan akan mengalami suatu saat, tenang saja. Anda tidak sendiri. Saya akan jelaskan bagaimana mengatasinya.


Saya bukan orang segala bisa, memang siapa yang segala bisa? Kebingungan bisa menghampiri siapa pun, ada yang bingung mau makan apa hari ini ada juga yang bingung bagaimana membayar cicilan mobil bulan ini. Ada yang bingung membayar utang, ada juga yang bingung mau investasi kemana. Semua orang mengalami kebingungan, hanya saja pada level dan aspek yang berbeda.



Lalu bagaimana mengatasinya?



* Tenang saja, jangan panik. Meskipun buru-buru, dengan panik justru akan memperburuk keadaan.

* Berdo’alah dengan seyakin-yakinnya untuk meminta solusi kepada Allah.

* Berikhtiarlah sedapat mungkin untuk menjemput solusi yang sudah kita minta kepada Allah.


“Iya… ikhtiar. Tapi bagaimana? Saya bingung.”


Ada dua ikhtiar yang selalu bisa Anda lakukan. Yaitu bertanya dan minta tolong. Mulailah dari orang-orang terdekat. Anda pasti banyak saudara, banyak teman, bahkan sahabat. Dari pengalaman saya, solusi sering datang dari orang-orang terdekat. Mulailah dari mereka, jika Anda meminta bantuan atau bertanya dengan baik, mereka atau sebagian mereka akan berusaha membantu.



Jika tidak bisa, teruslah bertanya. Misalnya, jika orang terdekat Anda berkata “Maaf, saya tidak bisa membantu.” Jangan dulu menyerah. Tanyakan saja: “Siapa (lagi) yang bisa membantu saya?” Dengan demikian, Anda tidak akan pernah kehabisan sumber bantuan. Prinsip referal, bukan hanya digunakan saat menjual, saat meminta bantuan pun akan sangat berguna. Prinsipnya: “Jika teman Anda tidak bisa, mungkin teman dari teman Anda ada yang bisa”. Jangan mudah menyerah.



Saya sering mendapatkan email, SMS, atau YM dari orang yang meminta bantuan. Saya coba untuk membantu sebisa mungkin. Saat saya mencoba memberikan solusi, seringkali mereka mengatakan “tapi”. Saya sering menemukan, bahwa mereka bukannya mencari solusi, tetapi mencari pembenaran bahwa mereka sedang terpuruk dan tidak ada jalan keluar.



Jika Anda serius mencari solusi, jangan mengatakan “tapi” saat ada solusi. Meskipun solusi tersebut terlihat tidak mungkin. Cobalah untuk berpikir terbuka, sebab seringkali bukan tidak ada solusi, tetapi orang sering menutup pikirannya untuk solusi. Daripada mengatakan “tapi”, tanyakan saja, “Bagaimana caranya?”. Bisa jadi apa yang sebelumnya terlihat mustahil, berubah menjadi hal mudah setelah tahu caranya.



Jadi, tenang, berdo’a, dan carilah solusi diiringi pikiran yang terbuka akan solusi. Kadang, solusi datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Bisa jadi solusi datang dari orang yang tidak Anda kenal sama sekali. Yakinlah akan pertolongan Allah. Selalu ada jalan keluar.


Sumber: www.motivasi-islami.com

[+/-] Selengkapnya...

30 November 2009

Wahai anakku


WAHAI ANAK-ANAKKU



Wahai anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan untukmu agar kalian berbahagia, kedua orang tuamu letih dan menderita serta hati gundah bila engkau sedang sakit dan wajahmu pucat. Anakku tercin-ta. Itulah kalimat yang sering diulang-ulang oleh seorang ibu atau bapak. Wahai seorang anak ingatlah jasa kedua orang tuamu yang besar tatkala engkau masih berada dalam kandungan, di saat kau masih bayi dan setelah kau menginjak remaja hingga engkau menjadi orang dewasa.


Sekarang tiba saatnya kedua orang tuamu membutuh-kan kasih sayang dan perhatian darimu. Sementara engkau hanya sibuk mengurusi isteri dan anak-anakmu hingga orang tuamu engkau abaikan, padahal orang arab jahiliyah dulu menganggap aib dan harga diri jatuh jika ada seorang anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Peribahasa-peribahasa Arab menceritakannya, menuduhnya dengan gambaran yang sangat jelek sekali bahkan memberinya julukan dengan julukan-julukan yang sangat keji. Akan tetapi kita membaca banyak cerita di zaman sekarang tentang cerita anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya.


Abu Ubaidah At-Taimy dalam kitabnya, Al-'Aqaqah wal Bararah menuturkan beberapa contoh orang-orang yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya dan beberapa contoh orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Seorang dari bani Qurai' bernama Murrah bin Khattab bin Abdullah bin Hamzah pernah mengejek dan terkadang memukul orang tuanya, se-hingga bapaknya berkata:
Saya besarkan dia tatkala dia masih kecil bagaikan anak burung yang baru lahir yang masih lemah tulang-belulangnya.


Induknya yang menyuapi makan sampai melihat anaknya sudah mulai berkulit sempurna.
Dan contoh lain yang durhaka kepada orang tua-nya adalah putra Umi Tsawab Al-Hazaniyah, dia durhaka kepada ibunya karena isterinya selalu menghalangi untuk berbuat baik kepada ibunya, sehingga ibunya mengungkapkan kepedihan hati dalam sebuah syair:
Saya mengasuhnya di masa kecil tatkala masih seper-ti anak burung, sementara induknya yang menyuapi makanan dan melihat kulitnya yang masih baru tumbuh.
Setelah dewasa dia merobek pakaianku dan me-mukul badanku, apakah setelah masa tuaku aku harus mengajari etika dan adab.


Dan juga Yahya bin Yahya bin Said, suatu ketika dia pernah menyusahkan bapaknya lalu bapaknya meng-hardiknya dengan menulis syair:
Semenjak lahir dan masa bayi yang masih kecil aku mengasuhmu, dan saya selalu berusaha agar engkau menjadi orang tinggi dan berkecukupan.


Di malam hari engkau mengeluh sakit hingga tidak bisa tidur. Keluhan itu membuatku gundah dan ketakutan.


Jiwa selalu gelisah memikirkan keselamatan untuk dirimu, sebab aku tahu setiap jiwa terancam oleh ke-matian.
Contoh-contoh di atas merupakan sebagian dari beberapa kasus anak durhaka kepada kedua orang tua-nya yang terjadi pada masa lampau dan sekarang.


Dan di dalam sebagian lagu-lagu masyarakat jahili-yah dahulu, yang sering para wanita lantunkan adalah: Ya Allah, apa yang harus saya perbuat terhadap anakku yang durhaka, di masa kecil aku dengan susah payah membesarkannya, setelah menikah dengan seorang putri Romawi dia berbuat semena-mena terhadapku. Wanita ini mengadu kepada Allah terhadap sikap anaknya yang telah diasuh dengan susah payah, tetapi setelah menikah dengan wanita nasrani Romawi, dia melupakan ibunya.


Adapun contoh orang-orang yang berbuat baik kepada orang tua antara lain; cerita tiga orang yang terjebak dalam gua, di antara mereka ada yang mengata-kan: "Tidak ada cara yang mampu menyelamatkan kalian kecuali bertawassul dengan amal shalih kalian. Seorang di antara mereka berdo'a: "Ya Allah saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur. Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan minum sebelum mereka. Akhirnya saya menunggu sambil memegang susu hingga mereka berdua ter-bangun, sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lalu meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan ikhlas karena mencari wajahMu, maka hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeser dari mulut gua.


Masih banyak contoh-contoh lain tentang orang-orang yang berbakti kepada orang tua baik di masa lampau maupun sekarang yang tidak mungkin kita ceritakan seluruhnya, kebaikan tersebut mereka per-sembahkan kepada orang tua sebagai balasan atas jasa-jasa, perhatian dan pemeliharaan mereka dan sebagai bukti pengakuan tulus dan akhlak mulia. Ini semua mengharuskan kepada setiap anak untuk mengingat kebaikan yang selalu mengalir tak ada hentinya hingga akhir hayat.


Sebagian orang-orang shalih sebelum berangkat kerja ada yang menyempatkan diri singgah ke rumah orang tuanya sambil mencium tangannya untuk memin-ta restu dan menanyakan keadaan serta kesehatan mereka. Lalu berangkat ke tempat kerja. Sikap mulia dan terpuji ini, sangat baik jika dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat.
Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hu-rairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Celakalah, celakalah". Beliau ditanya: "Siapa wahai Rasulullah? Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang yang mendapati orang tuanya, dan salah satu atau keduanya berusia lanjut, kemudian tidak masuk Surga".
Dari Abdullah bin Umar berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Tiga orang tidak masuk Surga dan tidak dilihat Allah pada hari Kiamat; Orang yang durhaka kepa-da orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki dan dayyuts. (HR. Ahmad)
Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan zhalim besar dan sikap tidak tahu diri.
Rasulullah yang mengajari umat manusia etika dan tata krama mengetahui kedudukan dan fungsi seorang ibu dan bapak kemudian memberikan petunjuk kepada setiap orang mukmin agar menjadi umat yang bertang-gung jawab.


Di antara bentuk birrul walidain setelah orang tuanya meninggal adalah dengan menyambung hubung-an kerabat dengan teman dan sahabat orang tuanya.
Dari Abdullah bin Umar berkata sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Sesungguhnya perbuatan yang terbaik adalah me-nyambung hubungan kerabat dengan sahabat orang tuanya". (Shahihul Jami', Al-Albani)
Bukti cinta dan berbakti kepada orang tua adalah menghormati dan menjaga hubungan persahabatan orang tua dengan teman-temannya. Pada saat seseorang mempererat hubungan persahabatan dengan teman bapaknya, merupakan bukti dalam berbakti kepada orang tua dan pertanda hasil baik pendidikan orang tua kepada anak.
Imam Muslim dalam kitab shahihnya menyebutkan tentang bab keutamaan menyambung hubungan persa-habatan dengan teman-teman bapak atau ibu. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Sesungguhnya perbuatan yang terbaik adalah menyambung hubungan persahabatan dengan saha-bat orang tuanya".
Dan juga hadits tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam meng-hormati teman-teman Khadijah setelah wafatnya.
Para ulama mengatakan bahwa al-birr bermakna menyambung silaturrahim, menyayangi dan berbuat ke-baikan serta menjaga persahabatan. Seluruhnya terma-suk bagian inti kebaikan./ Sumber (al-Sofwa)


[+/-] Selengkapnya...

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template