Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Umat Islam Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Ketua Umum Al-Jam`iyatul Washliyah, Prof Muslim Nasution tutup usia, Senin (6/8) malam di RS Siloam Tangerang, Banten. Jakarta (MA News)—Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Umat Islam Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Ketua Umum Al-Jam`iyatul Washliyah, Prof Muslim Nasution tutup usia, Senin (6/8) malam di RS Siloam Tangerang, Banten. Prof Muslim Nasution lahir pada 1 Januari 1953, di Kampung Firdaus, Kecamatan Sungai Rampak, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Akhir 1973, Muslim Nasution mendapatkan beasiswa belajar ke Irak, yakni di Universitas Abu Hanifah di Baghdad. Ia menjadi lulusan terbaik di antara mahasiswa asing yang belajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Imam Abu Hanifah, Baghdad. Pada 1988, ia meraih gelar doktor di universitas terkemuka di Makkah. Muslin Nasution selain sebagai dosen dan guru besar di UIN Jakarta, juga pernah menjadi Kepala Bidang Urusan Haji pada konjen RI di Jeddah. Prof Muslim Nasution terpilih sebagai Ketua Umum PB Al Washliyah periode 2010-2015 pada Muktamar ke-20 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. ‘‘Turut berduka atas wafatnya Bapak Prof Dr Moeslim Nasution, Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah,’‘ ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay dalam akun facebooknya. Menurut Saleh, rencananya almarhum dimakamkan besok ba’da Dzuhur. Almarhum disemayamkan di Jalan Zaitun II, Islamic Village Karawaci Tangerang. ‘‘Beliau selama ini adalah guru, sahabat, dan tempat berkeluh kesah mahasiswa PPs UIN Jkt asal Sumut. Semoga Allah mengampuni dosa dan menerima semua amal ibadahnya,’‘ tutur Saleh.(rep) Sumber : http://kemenag.go.id
3 September 2012
7 Maret 2012
Al Washliyah Minta Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan UN

Jakarta,al-washliyah.com – Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012 yang sebentar lagi akan digelar. Selama ini pelaksanaan UN menurut pandangan Al Washliyah banyak yang harus dikoreksi dan dibenahi. Salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional adalah mengenai kebocoran soal ujian.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Pengurus Besar Al Washliyah Ismail Efendy Sabtu (3/3) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Majelis Pendidikan Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Dalam Rakernas ini disosialisasikan juga sistem pendidikan Al Washliyah.Untuk menunjang pelaksanaan UN,ditambahkan Ismail pemerintah diminta untuk melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah terutama mengenai manajemen sekolah dan peningkatan mutu guru.
“Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama RI harus turun ke sekolah-sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kurikulum yang diterapkan di sekolah,”kata Ismail di sela-sela Rakernas.
Rakernas I Pendidikan Al Washliyah juga menghasilkan beberapa keputusan terkait pendidikan. Keputusan tersebut yaitu meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian yang sama kepada Ormas Islam yang menyelenggarakan pendidikan terutama dalam hal anggaran. “Selama ini pemerintah hanya memperhatikan sebagian kecil ormas Islam yang mengelola pendidikan. Padahal Al Washliyah sudah 80 tahun turut mencerdaskan bangsa,tetapi kurang mendapat perhatian,”ungkap Ismail.
Ditambahakannya,keputusan lain yang dihasilkan Rakernas adalah meminta kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sama dalam sertifikasi guru yaitu kepada ustadz dan guru mengaji.
Al Washliyah yang merupakan Ormas Islam terbesar di Sumatera Utara itu dalam melaksanakan pendidikannya lebih cenderung salafiyah ini bertekad untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Selain itu juga memiliki pengetahuan dalam bidang sains dan teknologi.
“Kami berharap lulusan Al Washliyah mampu menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat,”papar Ismail(sumber:www.al-washliyah.com)
10 Januari 2010
Pemkab Batubara salurkan bantuan rumah ibadah
LIMAPULUH - Pemkab Batubara melalui Kabag Kesra menyalurkan bantuan rumah ibadah sebesar Rp800 juta berasal dana APBD Batubara tahun 2009 untuk masjid/mushala, gereja di desa/kecamatan se Batubara
Kabag Kesra Batubara Abd.Rahman Hadi, mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan untuk rumah ibadah (masjid/mushala, gereja) se-kabupaten Batubara dari dana APBD 2009 sebanyak Rp800 juta
Dalam hal ini berdasarkan proposal yang masuk mengajukan permohonan tahun 2009 memberikan bantuan untuk masjid/mushala di kecamatan Tanjungtiram 27 unit, gereja 2 unit, kecamatan Talawi masjid/mushala 15 unit, gereja 2 unit, Limapuluh masjid/mushala 28 unit, gereja 6 unit, Airputih masjid/mushala 10 unit, gereja 3 unit, Sei.Suka masjid/mushala 5 unit, gereja 24 unit, Medangderas masjid/mushala 6 unit, gereja 18 unit, Sei.Balai masjid/mushala 14 unit, gereja 1 unit
Jumlah rumah ibadah dapat bantuan tahun 2009, terdiri masjid/mushala 105 unit dan gereja 56 buah dengan besar bantuan bervariasi Rp3 juta sampai Rp10 juta dengan harapan dapat dimanfaatkan sesuai keperluan masing-masing.
Sumber:
http://www.waspada.co.id/
7 Januari 2010
Pemkab Batubara Usulkan Perubahan Formasi CPNS 2009 ke Menpan
Batu Bara (MAN)
Pemkab Batubara akan mengajukan usulan kepada Menteri Penertiban Aparatur Negara (Menpan) agar formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2009 yang tidak terisi dirubah dan dialihkan ke jurusan lain.
Kepada Badan Kegawaian Daerah (BKD) Batubara Ahmad Ilham dalam jumpa pers dengan wartawan di Gedung Bina Prestasi Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh Selasa (5/01) menjelaskan, bila Menpan tidak menyetujuinya diajukan usulan berikutnya, agar jurusan yang tidak terisi itu ditambah pada formasi 2010.
Ahmad Ilham yang didampingi Kabag Humas Pemkab Efrianis SH, Sekretaris BKD Fitri Anida dan Kepala Bidang (Kabid) Kepegawaian Saud Siahaan mengatakan, pada formasi 2009, memang ada formasi yang tidak terisi, seperti jatah untuk dokter sepesialis, pesertanya memang tidak ada, jurusan komputer, jatah lima yang lulus empat, termasuk tujuh peserta yang lulus tapi tidak mendaftar ulang.
Khusus untuk dokter sepesialis, bila usulan kepada Menpan tidak diterima, Pemkab Batubara akan meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan menugaskan seorang dokter sepesialis tersebut di Rumah Sakit Umum (RSU) Batubara yang sudah diusulkan untuk dibuka di Labuhan Ruku. Kesemuanya untuk memudahkan warga agar tidak pergi jauh berobat.
Sementara, Kabid Kepegawaian BKD Batubara Saud Siahaan menjelaskan adanya kesalahan nama dan nomor peserta pada pengumuman akibat saat mengisi nomor ujian terjadi kesalahan oleh peserta. Sedangkan adanya kekurangan soal ujian seperti di Perguruan Khusnul Khotimah, akibat adanya penambahan lokal untuk peserta ujian CPNS itu.
Sementara penempatan soal ujian di Mess Tanah Itam Ulu merupakan hasil musyawarah antara pihak kepolisian serta Pemkab dan penjagaan dilakukan secara ketat termasuk Satpol PP.
Hasil ujian CPNS itu diumumkan berdasarkan urutan ranking terbaik pada setiap formasi yang dinilai oleh Tim Universitas Indonesia (UI). Pemkab Batubara hanya mengumumkan.
Adanya isu dan gonjang-ganjing permainan uang dalam ujian, BKD dan Pemkab Batubara mempersilakannya untuk mengadukan kasus itu kepada pihak kepolisian. Tentu saja harus disertai bukti, ujar Kepala BKD Batubara Ahmad Ilham dan Saud Siahaan.
Sumber : http://hariansib.com/?p=105583#more-10
28 Desember 2009
Ujian Nasional Masih Diperlukan
Pengamat Pendidikan:
Ujian Nasional Masih Diperlukan
Pontianak,MAS Aw News
Pengamat Pendidikan dari Universitas Tanjungpura Pontianak Dr Aswandi menyatakan, Ujian Nasional (UN) masih diperlukan untuk menjadi acuan mengukur hasil yang didapat oleh murid selama mengikuti pendidikan.
Meskipun pelaksanaan UN yang selama ini dilaksanakan masih banyak kelemahan, tetapi bukan berarti UN harus dihilangkan, kata Aswandi di Pontianak, Senin (28/12).
Ia mengatakan, masih terjadi pro dan kontra terhadap pelaksanaan, karena peraturan tentang UN masih lemah. Selagi aturannya tidak diubah maka pelaksanaan UN pasti akan mengalami pro dan kontra, kata Aswandi.
Menurut Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu pelaksanaan UN tidak humanistik atau manusiawi. Kok bisa orang dinilai tidak berdasarkan kemampuannya dan hanya dilihat dari hasil pada saat pelaksanaan ujian, katanya.
Dalam UU jelas diatur untuk mengetahui mutu pendidikan harus ada standar. Sudah jelas harus ada ujian untuk mengetahui standar pendidikan di Indonesia. Untuk mengetahui standar, maka dilakukanlah ujian, kata Aswandi.
Ia mencontohkan, ada yang sampai bunuh diri ketika tidak lulus UN. Sebenarnya korban itu telah mengalami stres akibat dibebankan ketika menghadapi UN, tetapi tidak diimbangi dengan persiapan belajar menghadapi UN, ujarnya.
Aswandi menambahkan, hingga saat ini peta pendidikan Indonesia juga masih belum baik sehingga sulit untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hingga kini paling peta pendidikan nasional baru mencakup sekitar 40 persen sehingga diperkirakan di daerah-daerah terpencil belum termasuk dalam peta itu, katanya.
Mahkamah Agung (MA) pada 26 Nopember 2009 telah menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional.
Dalam laman MA disebutkan pemohon dalam perkara tersebut yakni pihak negara RI cq Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Negara RI cq Wakil Presiden RI, M Jusuf Kalla, dengan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.
Dalam kasasi itu, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Soehendro melawan Kristiono dan kawan-kawan (selaku para termohon Kasasi dahulu para penggugat/para terbanding).
Dalam putusan itu, dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan adalah cacat hukum, dan selanjutnya UN dilarang untuk diselenggarakan. Adanya putusan tersebut, sekaligus menguatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, namun pemerintah tetap menyelenggarakan UN untuk 2008 dan 2009.
Pemerintah dianggap telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru baik sarana maupun prasarana, hingga pemerintah diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaraan UN.
Sumber:http://www.pelita.or.id/baca.php?id=85857
25 Desember 2009
Manado tuan rumah muktamar XX Al-Washliyah
MEDAN - Kota Manado, Sulawesi Utara dipercaya sebagai tuan rumah Muktamar XX Al Jam'iyatul Washliyah yang akan berlangsung 26-28 Februari 2010.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Washliyah, Aziddin, di Medan, tadi pagi, mengatakan, penunjukan Manado sebagai tuan rumah dengan beberapa pertimbangan.
"Pertimbangan utama adalah demi pengembangan Al-Washliyah di bagian timur Indonesia, karena selama ini terkesan lebih terpusat di bagian barat," katanya.
Apalagi dewasa ini masyarakat Manado terkenal dengan tingkat solidaritas beragamanya yang cukup tinggi, saling hormat-menghormati antarsesama pemeluk agama dan layak menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.
"Keputusan Manado sebagai tuan rumah muktamar juga berdasarkan rapat pengurus PB Al Washliyah 19 Oktober dan 2 Nopember 2009," katanya.
Selain memilih personalia pengusus besar Al Washliyah periode berikutnya, muktamar juga akan memilih Ketua dan Wakil Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah.
Menurutnya, ada beberapa agenda yang akan menjadi pembahasan penting bagi peserta muktamar, yakni masalah pendidikan, dakwah, amal sosial dan pengembangan ekonomi umat.
"Sebagai organisasi Islam terbesar ketiga setelah Muhammadiyah dan NU, keempat agenda tersebut menjadi sangat krusial bagi kita. Apalagi kita tahu 30-40 persen masyarakat kita masih hidup di bawah standar kemiskinan," katanya.
Mengenai kriteria calon ketua PB Al Wasliyah kedepan, katanya, semua itu tergantung hasil muktamar.
Menurutnya, ke depan Al Washliyah harus dipimpin figur yang memiliki sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, yaitu tabligh (menyampaikan), siddiq (jujur dan adil), amanah (dapat dipercaya) dan fathonah (cerdas).
(dat07/ann)Sumber:http://waspada.co.id/index.php?option
18 Desember 2009
PB Al Washliyah Bentuk Panitia Muktamar
Masyhuril Khamis
Jakarta,MAS Alwashliyah News-Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah telah membentuk Panitia Muktamar ke 20 Al Washliyah. Baik Panitia Pelaksana (OC) maupun Panitia Pengarah (SC) telah tersusun. Tinggal menunggu Surat Keputusan yang akan ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah.
“Alhamdulillah, Panitia Muktamar Al Jam’iyatul Washliyah telah terbentuk,” jelas Sekjend PB Al Washliyah Masyhuril Khamis pada Rapat Pleno PB Al Washliyah bersama Organ Bagian di Cempaka Putih, Jakarta Pusat Senin (2/11).
Menurutnya, Panitia Muktamar dibentuk pada Rapat Harian PB Al Washliyah beberapa hari sebelumnya. Selain memutuskan panitia Muktamar, Rapat Harian pun memutuskan tempat Muktamar Al Washliyah yaitu di Indonesia bagian timur tepatnya di Manado, Sulawesi Utara.
Muktamar kali ini menurut Khamis merupakan Muktamar PB Al Washliyah sendiri tanpa bersama-sama dengan Muktamar Organisasi Bagiannya yang berjumlah tujuh organisasi.
Terpilih sebagai Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Mulkan Nasution dan Sekretarisnya Haris Sambas. Sementara Ketua Panitia Pengarah dipegang Masyhuril Khamis.
Diperkirakan Muktamar ke 20 Al Washliyah ini dilaksanakan pada Minggu kedua Januari 2010.
Perlu diketahui, pada Rakernas II Al Washliyah diputuskan bahwa Muktamar Al Washliyah pada 27-30 November sekaligus ulang tahun ke 79 organisasi ini. Namun dengan beberapa pertimbangan yaitu pada tanggal itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan bulan ibadah Haji maka diundur hingga dua bulan ke depan. razvi
Sumber:AMC News
15 Desember 2009
PEMBUKAAN PORSENI KE V MADRASAH ALIYAH SE-KABUPATEN BATU BARA
Gambar: Drs. H.Syahrial Naim, Ka. Kandepag Asahan Batu Bara, melakukan pelemparan bola pertama, pertanda dimulainya pertandinga bola volley
mas alwashliyah news-Bertempat di halaman MAN Lima Puluh Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara (15/12) sekitar lebih kurang 1500 siswa Madrasah Aliyah se-Kabupaten Batu Bara berkumpul memenuhi lapangan dalam acara pembukaan PORSENI ke-V Madrasah Aliyah se Kabupaten Batu Bara.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Departemen Agama Asahan-Batu Bara, Drs. Haji Syahrial Naim, ditandai dengan pelepasan balon udara. Dalam sambutannya beliau mengharapkan melalui PORSENI para siswa dapat berlatih untuk senantiasa sportif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melaksanakan pertandingan, semangat juang dapat ditumbuh kembangkan, sehingga para siswa tidak mudah purus asa.
Porseni ke V Madrasah Aliyah se-Kabupaten Batu Bara diikuti 14 Madrasah, yaitu MAN Lima Puluh, MAS Alwashliyah Air Putih, MAS Alwashliyah Pangkalan Dodek, MAS Alwashliyah Desa Pakam, MAS YAPI sipare-pare, MAS Alwashliyah Petatal, MAS Alwashliyah Siajam, MAS Alwashliyah Tanjung Tiram,MAS Teladan Ujung Kubu, MAS CIPTA Simpang Dolok, MAS Alwashliyah Kedai Sianam, dan MAS Yayasan Khusnul Khotimah Tanjung Tiram serta MAS Al-Irsyad.
Dra. Refiyanti, sebagai ketua pelaksana dalam sambutannya mengatakan bahwa PORSENI ini juga sebagai saran seleksi untuk menuju PORSENI tingkat Propinsi Sumatera Utara yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010 di Mandailing Natal.
Cabang perlombaan meliputi: atletik, permainan volley, tennis meja, sepak takraw, pidato bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Arab, Kaligrafi, dan MTQ.
Acara tersbut dimeriahkan oelh penampilan tarian formasi yang dipersembahkan oleh siswa-siswi MAN Lima Puluh, serta grup drum band dari Madrasah Yapi Sipare-pare,Madrasah Aliyah Alwashliyah Tanjung Tiram, Madrasah Aliyah Cipta Simpang Dolok, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Lima Puluh.
Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Desember 2009 ini memperebutkan medali yang telah disiapkan oleh pihak panitia.
