7 Maret 2012

MP Alwashliyah Sumut Gelar Ujian Akhir Madrasah

Medan, (MA News). Majelis Pendidikan (MP) Alwashliyah Sumatera Utara akan menggelar Imtihan Umumy atau ujian akhir madrasah dan sekolah Alwashliyah Sumatera Utara Tahun Pelajaran 2011-2012.
Pelaksanaan ujian tersebut berdasarkan surat keputusan Majelis Pendidikan Alwashliyah Sumatera Utara Nomor: 023/kep/MP/AW-S/2011 tentang pengangkatan panitia Imtihan Umumy/ ujian akhir madrasah dan sekolah jajaran Alwashliyah se Sumatera Utara.

Demikian dikatakan ketua Majelis Pendidikan (MP) PW Alwashliyah Sumatera Utara, Drs H Hasyim Syahid didampingi ketua panitia pelaksana Drs H Burhanuddin Damanik MA di kantor PW alwashliyah Jl SM Raja Medan Rabu (22/2).

Lebih lanjut dikatakan Hasyim Syahid, Imtihan Umumy pelaksanaannya yaitu, kurikulum Alwashliyah tingkat Tsanawiyah pada 12 s/d 14 Maret 2012, Al Qismul Aly dan Aliyah Muallimin 12 s/d15 Maret 2012 dan tingkat Ibtidaiyah tanggal 26 s/d 28 Maret 2012. Untuk kurikulum Kemenag, tingkat MTs dan MAS ujian pada tanggal 12 s/d 14 Maret 2012 dan tingkat MIS 26 s/d 28 Maret. Sedangkan kurikulum Diknas tingkat SD, SMP, SMA dan SMK pada tanggal 26 Maret 2012. Imbau

Terkait akan dilaksanakannya Imtihan Umumy Alwashliyah tersebut, ketua MP Alwashliyah Sumatera Utara menghimbau pada semua pimpinan madrasah Alwashliyah se Sumut mulai tingkat Ibtidaiyah Diniyah, Tsanawiyah Diniyah dan Aliyah Mu’allimin supaya segera menghimpun dan menyampaikan data masing-amsing siswa dan diantar ke Majelis Pendidikan Alwashliyah Sumatera Utara di Medan. "Kita mengimbau pada semua pimpinan madrasah jajaran Alwashliyah se Sumatera Utara agar segera menyampaikan data siswa yang akan melaksanakan ujian akhir madrasah ke MP Alwashliyah Sumut" kata Hasyim.

Menurut Hasyim, Setiap tingkatan Madrasah Alwashliyah wajib melaksanakan Imtihan Umumy madrasah dengan naskah soal ujian dibuat oleh Alwashliyah dan jadwal pelaksanaaan ujian terlebih dahulu dari ujian ujian akhir sekolah umum.

Hal ini juga dimaksudkan untuk melatih para siswa sebelum melaksanakan ujian nasional. Materi pelajaran yang diuji pada Imtihan Umumy adalah pelajaran agama antaralain At-Tafsir, Al Hadits, At-Tauhid, Usl Fiqh, Al-Balaghah, Al-Mantiq dan Kealwashliyah.

Hasyim juga mengatakan, bahwa di setiap jenjang pendidikan di ajarkan ke alwasliyahan kepada siswa sehingga mereka mengetahui dan memahami tentang Alwashliyah dan diharapkan akan menjadi kader alwashliyah dimasa mendatang.

Hadir dalam kesempatan itu antaralain, Sekretaris Majelis Pendidikan (MP) PW Alwashliyah Akmal Samosir Sag, ketua panitia pelaksana Drs H Burhanuddin Damanik MA, wakil ketua Drs Zainal Abidin, sekretaris Musa B Abdurrazab ST, bendahara Taufiqurrahman SE dan kordinator Drs H Ahmad Mukhyar MPd serta pengurus lainnya.(sumber : www.analisadaily.com)

[+/-] Selengkapnya...

Al Washliyah Minta Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan UN




Jakarta,al-washliyah.com – Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012 yang sebentar lagi akan digelar. Selama ini pelaksanaan UN menurut pandangan Al Washliyah banyak yang harus dikoreksi dan dibenahi. Salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional adalah mengenai kebocoran soal ujian.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Pengurus Besar Al Washliyah Ismail Efendy Sabtu (3/3) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Majelis Pendidikan Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Dalam Rakernas ini disosialisasikan juga sistem pendidikan Al Washliyah.Untuk menunjang pelaksanaan UN,ditambahkan Ismail pemerintah diminta untuk melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah terutama mengenai manajemen sekolah dan peningkatan mutu guru.
“Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama RI harus turun ke sekolah-sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kurikulum yang diterapkan di sekolah,”kata Ismail di sela-sela Rakernas.
Rakernas I Pendidikan Al Washliyah juga menghasilkan beberapa keputusan terkait pendidikan. Keputusan tersebut yaitu meminta kepada pemerintah untuk memberikan perhatian yang sama kepada Ormas Islam yang menyelenggarakan pendidikan terutama dalam hal anggaran. “Selama ini pemerintah hanya memperhatikan sebagian kecil ormas Islam yang mengelola pendidikan. Padahal Al Washliyah sudah 80 tahun turut mencerdaskan bangsa,tetapi kurang mendapat perhatian,”ungkap Ismail.
Ditambahakannya,keputusan lain yang dihasilkan Rakernas adalah meminta kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan yang sama dalam sertifikasi guru yaitu kepada ustadz dan guru mengaji.
Al Washliyah yang merupakan Ormas Islam terbesar di Sumatera Utara itu dalam melaksanakan pendidikannya lebih cenderung salafiyah ini bertekad untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Selain itu juga memiliki pengetahuan dalam bidang sains dan teknologi.
“Kami berharap lulusan Al Washliyah mampu menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat,”papar Ismail
(sumber:www.al-washliyah.com)

[+/-] Selengkapnya...

19 Januari 2012

Drs Saini BR Kepala Kemenag Batubara yang Baru


Limapuluh, (masaw news).
Drs Saini BR ditetapkan sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batubara menggantikan Drs H Ahmad Hanafi MAg yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumatera Utara (Sumut).


Pascapelantikan di Kanwil Kemenag Sumut di Medan Jumat pecan lalu, kedua pejabat tersebut langsung melaksanakan tugas pada minggu ketiga Januari 2012. Sebelumnya Drs Saini bertugas pada salah satu bagian Kanwil Kemenag Sumut.
Di Batubara, Drs Saini BR memimpin Kemenag yang baru eksis di daerah yang mekar dari Asahan tersebut 3 Januari 2011. Tepatnya setahun lalu. Membawahi tujuh Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan yang kini minim pegawai berstatus negeri (PNS).

Di bidang pendidikan madrasah juga demikian. Di Kemenag Batubara belum ada Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAY) tingkat dasar. Yang ada hanya PPAY tingkat menengah. Itupun hanya seorang. Padahal Madrasah Aliyah (MA) berjumlah 13 unit. Belum lagi untuk pengawasan guru agama sekolah umum.

Bidang dasar terpaksa ditangani langsung oleh Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Ahmad Yusro SH.

Padahal Madrasah Ibtidaiyah berjumlah 34 unit. Di bawah dua pembinaan MI Negeri, Kuala Gunung di Kecamatan Limapuluh dan Mesjid Lama di Kecamatan Talawi.

Banyak sudah MI Swasta yang sama sekali tidak memiliki guru PNS. Akibat minusnya pengangkatan PNS baru.

Karenanya warga menghimbau agar Kepala Kemenag Batubara yang baru berusaha keras untuk melakukan pembinaan pendidikan madrasah yangjuga berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa itu.(al)

[+/-] Selengkapnya...

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template