4 Desember 2009


Mufti Mesir Fatwakan Wajib Zakat Minyak untuk Gaza



Mufti Agung Mesir Syeikh Dr. Ali Jumah seruan negara-negara Arab mengeluarkan zakat hasil bumi mereka berupa minyak


Hidayatullah.com--Mufti Agung Mesir Syeikh Dr. Ali Jumah merilis fatwa yang berisi seruan kepada negara-negara Arab dan Muslim penghasil minyak untuk mengeluarkan zakat hasil bumi mereka (minyak).


Dalam fatwanya, Syeikh Jumah menyatakan jika zakat minyak bagi negara-negara tersebut adalah wajib hukumnya. Sementara, untuk penglolaan dan pendistribusian harta zakat tersebut diutamakan untuk para Muslim Gaza.


"Wajib hukumnya bagi negara-negara Arab dan Muslim penghasil minyak untuk menunaikan zakat minyak. Harta zakat tersebut kemudian didistribusikan untuk para saudara kita di Palestina," ungkap Jumah sebagaimana dilansir situs Islam rujukan Islamonline (17/1).


"Saudara-saudara kita di Palestina yang tengah terjajah menjadi lebih diutamakan dalam penerimaan harta zakat," tambahnya.


Dalam kacamata fikih, hemat Jumah, hukum wajib zakat minyak ini termasuk dalam bab "Jihad ad-Daf'i", atau jihad pembelaan untuk membantu umat Muslim yang negara mereka tengah dilanda kecamuk peperangan.


Selain mengeluarkan harta zakat, menggalang dana solidaritas dan bantuan kemanusiaan lainnya, semisal donor darah, obat-obatan, makanan dan minuman, dan lain-lainnya juga termasuk ke dalam Jihad ad-Daf'i.


"Hal tersebut termasuk salah satu kategori jihad," ungkap Jumah.

[iol/www.hidayatullah.com]



Dowload : Sirah Ibnu Hisyam

[+/-] Selengkapnya...

3 Desember 2009

MENUNDA AMAL KEBAIKAN KERANA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH BAIK ADALAH TANDA KEBODOHAN


Hikmat yang lalu memaparkan kebodohan yang timbul kerana kejahilan tentang kekuasaan Tuhan. Hikmat 26 ini pula memaparkan kebodohan yang timbul lantaran kelalaian. Orang yang mabuk dibuai oleh ombak kelalaian tidak dapat melihat bahawa pada setiap detik pintu rahmat Allah s.w.t sentiasa terbuka dan Allah s.w.t sentiasa berhadap kepada hamba-hamba-Nya. Setiap saat adalah kesempatan dan tidak ada kesempatan yang lebih baik daripada kesempatan yang memperlihatkan dirinya kepada kita. Kesempatan yang paling baik ialah kesempatan yang kita sedang berada di dalamnya.



Kelalaian adalah buah kepada panjang angan-angan. Panjang angan-angan pula datangnya dari pokok kurang ingatan kepada mati. Jadi, ubat yang paling mujarab untuk mengubati penyakit kelalaian ialah memperbanyakkan ingatan kepada mati. Apabila ingatan kepada mati sudah kuat maka seseorang itu tidak akan mengabaikan kesempatan yang ada baginya untuk melakukan amal salih.


Hikmat ke 26 jika ditafsir secara umum menganjurkan agar segala amal kebaikan hendaklah dilakukan dengan segera tanpa bertangguh-tangguh. Jika diperhatikan Kalam-kalam Hikmat yang lalu dapat difahamkan bahawa Hikmat yang dipaparkan berperanan membimbing seseorang pada jalan kerohanian. Amal yang ditekankan adalah amal yang berhubung dengan pembentukan rohani. Hikmat 27 nanti akan memperkatakan tentang makam iaitu suasana kerohanian. Jadi, jika ditafsir secara khusus Hikmat 26 ini menganjurkan bersegera melakukan amal-amal yang perlu bagi menyediakan hati untuk menerima kedatangan hal-hal dan seterusnya mencapai makam-makam. Amal yang berkenaan ialah latihan kerohanian menurut tarekat tasauf. Latihan yang demikian harus disegerakan sebaik sahaja mendapat kesempatan, tanpa menanti kedatangan kesempatan yang lain yang diharapkan lebih baik dan lebih sesuai.


Ketika menjalani latihan kerohanian secara tarekat tasauf kehidupan hanya dipenuhi dengan amal ibadat seperti sembahyang, puasa, berzikir dan lain-lain Semua amalan tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk mengejar syurga tetapi semata-mata untuk mendapatkan keredaan Allah s.w.t dan mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan seperti inilah yang membuka pintu hati untuk berpeluang mengalami hal-hal yang membawa kepada hasil yang diharapkan iaitu makrifatullah. Sesiapa yang benar-benar ingin mencari keredaan Allah s.w.t dan berhasrat untuk menghampiri-Nya serta mengenali-Nya hendaklah jangan bertangguh-tangguh lagi. Usah dicari kesempatan yang lebih baik. Jangan menjadikan masalah keduniaan sebagai alasan untuk menunda tindakan bergiat mencari keredaan Allah s.w.t. Bulatkan tekad, kuatkan azam, masuklah ke dalam golongan ahli Allah s.w.t yang beramal dan bekerja semata-mata kerana Allah s.w.t. Benamkan diri sepenuhnya ke dalam suasana ‘Allah’ semata-mata dan tinggalkan apa sahaja yang selain Allah s.w.t buat seketika. Anggapkan latihan yang demikian seperti keadaan ketika menunaikan fardu haji di Tanah Suci. Selama di Tanah Suci, segala-galanya ditinggalkan di tanah air sendiri. Di hadapan Baitullah seorang hamba menghadap dengan sepenuh jiwa raga kepada Tuhannya. Dia tidak khuatirkan keluarga, harta dan pekerjaan yang ditinggalkan kerana semuanya sudah diserahkannya kepada penjagaan Allah s.w.t. Allah s.w.t adalah Pemegang amanah yang paling baik. Dia menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepada-Nya. Syarat penyerahan itu adalah keyakinan.


Perlu juga dinyatakan bahawa latihan kerohanian secara tarekat tasauf bukanlah satu-satunya jalan kepada Allah s.w.t. Tujuan utama latihan secara tasauf adalah untuk mendapatkan ikhlas dan penyerahan yang menyeluruh kepada Allah s.w.t. Ikhlas dan penyerahan boleh juga diperolehi walaupun tidak menjalani tarekat tasauf tetapi tanpa latihan khusus pembentukan hati kepada suasana yang demikian adalah sukar dilakukan.


Jalan yang tidak ada latihan khusus adalah jalan kehidupan harian. Pada jalan ini orang yang beriman perlu bekerja kuat untuk menjalankan peraturan Islam dan mempertahankan iman. Pancaroba dalam kehidupan harian sangat banyak dan orang yang beriman perlu berjalan dicelah-celahnya, menjaga diri agar tidak tertawan dengan penggoda. Kewaspadaan dalam kehidupan harian itu adalah sifat takwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang mulia pada sisi Allah s.w.t.


Walau jalan mana yang dilalui matlamatnya adalah memperolehi ikhlas, berserah diri dan bertakwa


Dikutip dari "Al-Hikam" Ibn 'Athaillah
Darı Abu Saıd Al-Khudriy ra. bahwasanya Rausulullah bersabda:"Sesungguhnya dunia ini indah dan mempesona, dan sesungguhnya Allah swt menyerahkan dunia ini kepada kamu sekalian dan Allah akan melihat bagaimana kamu sekalian berbuat atas dunia ini. Maka berhati-hatilah kamu sekalian dalam masalah dunia dan berhati-hati pulalah terhadap wanita"(HR.Muslim)

[+/-] Selengkapnya...

1 Desember 2009

MOTIVASI



Pernahkan Anda mengalami seperti masuk ke dalam sebuah jalan buntu. Bingung mau melakukan apa? Bingung kemana arah langkah kita selanjutnya? Saya pernah mengalami dan ternyata banyak orang lain pun yang mengalami hal sama. Jika Anda pernah mengalami, bahkan sedang mengalami, dan kemungkinan akan mengalami suatu saat, tenang saja. Anda tidak sendiri. Saya akan jelaskan bagaimana mengatasinya.


Saya bukan orang segala bisa, memang siapa yang segala bisa? Kebingungan bisa menghampiri siapa pun, ada yang bingung mau makan apa hari ini ada juga yang bingung bagaimana membayar cicilan mobil bulan ini. Ada yang bingung membayar utang, ada juga yang bingung mau investasi kemana. Semua orang mengalami kebingungan, hanya saja pada level dan aspek yang berbeda.



Lalu bagaimana mengatasinya?



* Tenang saja, jangan panik. Meskipun buru-buru, dengan panik justru akan memperburuk keadaan.

* Berdo’alah dengan seyakin-yakinnya untuk meminta solusi kepada Allah.

* Berikhtiarlah sedapat mungkin untuk menjemput solusi yang sudah kita minta kepada Allah.


“Iya… ikhtiar. Tapi bagaimana? Saya bingung.”


Ada dua ikhtiar yang selalu bisa Anda lakukan. Yaitu bertanya dan minta tolong. Mulailah dari orang-orang terdekat. Anda pasti banyak saudara, banyak teman, bahkan sahabat. Dari pengalaman saya, solusi sering datang dari orang-orang terdekat. Mulailah dari mereka, jika Anda meminta bantuan atau bertanya dengan baik, mereka atau sebagian mereka akan berusaha membantu.



Jika tidak bisa, teruslah bertanya. Misalnya, jika orang terdekat Anda berkata “Maaf, saya tidak bisa membantu.” Jangan dulu menyerah. Tanyakan saja: “Siapa (lagi) yang bisa membantu saya?” Dengan demikian, Anda tidak akan pernah kehabisan sumber bantuan. Prinsip referal, bukan hanya digunakan saat menjual, saat meminta bantuan pun akan sangat berguna. Prinsipnya: “Jika teman Anda tidak bisa, mungkin teman dari teman Anda ada yang bisa”. Jangan mudah menyerah.



Saya sering mendapatkan email, SMS, atau YM dari orang yang meminta bantuan. Saya coba untuk membantu sebisa mungkin. Saat saya mencoba memberikan solusi, seringkali mereka mengatakan “tapi”. Saya sering menemukan, bahwa mereka bukannya mencari solusi, tetapi mencari pembenaran bahwa mereka sedang terpuruk dan tidak ada jalan keluar.



Jika Anda serius mencari solusi, jangan mengatakan “tapi” saat ada solusi. Meskipun solusi tersebut terlihat tidak mungkin. Cobalah untuk berpikir terbuka, sebab seringkali bukan tidak ada solusi, tetapi orang sering menutup pikirannya untuk solusi. Daripada mengatakan “tapi”, tanyakan saja, “Bagaimana caranya?”. Bisa jadi apa yang sebelumnya terlihat mustahil, berubah menjadi hal mudah setelah tahu caranya.



Jadi, tenang, berdo’a, dan carilah solusi diiringi pikiran yang terbuka akan solusi. Kadang, solusi datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Bisa jadi solusi datang dari orang yang tidak Anda kenal sama sekali. Yakinlah akan pertolongan Allah. Selalu ada jalan keluar.


Sumber: www.motivasi-islami.com

[+/-] Selengkapnya...

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template